Pendidikan

Tanamkan Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam membentuk kepribadian seseorang.

Tanamkan Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Dosen UNY, Wuri Wuryandani saat menyampaikan materinya dalam Seminar Parenting yang digelar oleh PAUD Terpadu Nurul Dzikri di POP Hotel Sangaji. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam membentuk kepribadian seseorang.

Dosen UNY, Wuri Wuryandani mengatakan pendidikan karakter perlu ditanamkan pada anak-anak sejak dini.

Wuri menjelaskan, anak-anak dengan usia 0-2 tahun berada pada tahap pre moral yakni belum bisa mengetahui benar atau salah.

Empat Tahapan Make Up Ini Bikin Wajah Cantik Sempurna

"Anak-anak bisa dikenalkan bahwa itu baik atau buruk itu menginjak usia 3 tahun. Pendidikan karakter di era sekarang hal yang tidak bisa di bina lagi terkait dengan banyaknya perilaku-perilaku menyimpang yang terjadi di lingkungan di masyarakat, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah," ujarnya pada Senin (22/4/2019).

Oleh sebab itu, kata dia, pendidikan karakter harus ada konsistensi antara sekolah, keluarga dan masyarakat.

"Mislanya kalau di sekolah diajarkan tata tertib aturan, di rumah juga harus diajarkan itu," tuturnya dalam Seminar Parenting yang digelar oleh PAUD Terpadu Nurul Dzikri di POP Hotel Sangaji.

Yang terpenting bagi anak-anak adalah bagaimana orangtua dapat memberikan contoh-contoh yang positif kepada anak-anak.

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh orang tua?

Guru Besar UNY Buka Suara Soal Syarat PPDB yang Tak Lagi Memakai Nilai

Wuri mengatakan, orangtua perlu memberikan contoh, konsistensi dan tidak segan-segan untuk memberikan penghargaan kepada anak-anak.

Ketika anak-anak telah berperilaku baik maka anak pantas mendapatkan penghargaan.

"Yang harus dihindari adalah reward berupa fisik misalnya memberikan hadiah coklat itu dihindari, sesekali boleh tetapi hadiah tidak hanya materi bisa pujian," lanjutnya.

Sebab kata Wuri, apabila anak terlalu sering diberikan penghargaan berupa materi, maka anak-anak akan berperilaku baik bukan karena kesadaran dari dalam diri, tetapi karena adanya iming-iming hadiah.

Tetapi sebaliknya, apabila anak melakukan perilaku yang tidak baik maka harus ada konsistensi yang dilakukan. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved