Bisnis

Jejak Batik Keluarga Gan Tjioe Liam, Menjaga Kelestarian Batik Nusantara

Lin menguraikan, Batik sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang mulanya disebut Patika dan bermakna lukisan indah dari surga.

Jejak Batik Keluarga Gan Tjioe Liam, Menjaga Kelestarian Batik Nusantara
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Peluncuran buku berjudul Batika; Jejak Batik Keluarga Gan Tjioe Liam, Minggu (21/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Keberadaan sumber referensi resmi dan lengkap menjadi hal mutlak untuk dapat mengetahui lika-liku perjalanan sesuatu. Sejarah akan putus dan kurang lengkap jika hanya mengandalkan sumber-sumber lisan serta tidak ditorehkan dalam bentuk fisik.

Hal ini lah yang melatarbelakangi Indrawati Gondowinoto (Gan Swie Hiang) generasi ke empat dari produsen batik lintas generasi untuk menuliskan sejarah perjalanan dan kisah dari pendahulunya yakni Gan Sam Gie (kakek buyut), Gan Tjiang Liem (kakek), dan Gan Tjioe Liam (ayah).

Bukan perkara mudah bagi Lin sapaan akrabnya untuk mengumpulkan bahan, karya, serta dokumen lain yang menyangkut karya para pendahulunya.

Butuh waktu selama dua tahun baginya untuk merampungkan buku yang diberi judul 'Batika; Jejak Batik Keluarga Gan Tjioe Liam' tersebut hingga diluncurkan pada Minggu (21/4/2019) lalu.

"Beberapa pola dan cap saya masih simpan dalam bentuk foto. Beberapa museum di Belanda dan Los Angeles juga saya datangi untuk pengumpulan bahan," kata Lin di sela peluncuran buku.

Lestarikan Batik Nusantara, Keluarga Gan Tjioe Liam Luncurkan Buku

Beruntung masih ada sejumlah kolektor dan museum yang menyimpan karya kakek buyut dan kakeknya yang disinyalir dibuat pada kisaran tahun 1870 itu.

Lin kemudian mendokumentasikan karya batik tersebut dan diselipkan di dalam buku.

"Saya hanya membeli fotonya, kalau batiknya saya nggak mampu, itu sekarang satu lembar kain dihargai sekitar Rp250 juta," sebutnya.

Lin menyebut ada ciri khas yang menandakan karya batik para leluhurnya.

Perpaduan antara batik nusantara dengan motif dan budaya Tionghoa yang sangat kental hingga disebut batik pesisiran.

Halaman
12
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved