Internasional
5 Fakta Seputar Bom di Sri Lanka
Pengeboman ini merupakan tindak kekerasan terparah yang pernah terjadi di negara Asia Selatan sejak berakhirnya Perang Saudara satu dekade lalu.
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Hari ini, Minggu (21/4/2019) Sri Lanka diserang dengan delapan pengeboman.
Pengeboman ini merupakan tindak kekerasan terparah yang pernah terjadi di negara Asia Selatan sejak berakhirnya Perang Saudara satu dekade lalu.
Berikut Tribunjogja.com rangkumkan lima fakta seputar pengeboman yang terjadi di Sri Lanka dilansir dari berbagai sumber:
1. Pengeboman
Menurut laporan media Al Jazeera, di insiden pengeboman ini ratusan orang telah terbunuh, dan lebih dari 450 orang terluka.
Serangan ini menargetkan gereja-gereja dan hotel di seluruh negara berpenduduk 23 juta orang ini.
2. Pernyataan polisi
Update dari pihak kepolisian yang diwakili oleh juru bicaranya, Ruwan Gunasekara pada media ada lebih kurang 207 orang tewas dalam serangan yang targetnya berbagai wilayah negara ini.
3. Lokasi-lokasi pengeboman
Pengeboman terjadi di St Anthony's Shrine dan tiga hotel di wilayah Kolombo, yaitu Hotel Cinnamon Grand, Shangri-La dan Kingsbury, di mana lokasi ini menjadi destinasi wisatawan asing.
Ledakan lainnya terjadi di Gereja St Sebastian di Negombo, di utara Kolombo, Gereja Zion di kota Batticaloa, dan di sebuah wisma tamu di Dehiwala.
• Bom Meledak di Dua Gereja dan Tiga Hotel di Sri Langka, Korban Tewas Mencapai 156 Orang
4. Siapa pelakunya?
Menteri Pertahanan Ruwan Wijewardene mengatakan kepada wartawan bahwa ia yakin polisi dan pasukan militer telah mengidentifikasi para pelaku ledakan.
Al Jazeera mengabarkan, setidaknya tujuh tersangka telah ditangkap sejauh ini.
5. Respon Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/misteri-pelaku-serentetan-bom-di-sri-lanka-polisi-pernah-peringatkan-10-hari-sebelum-ledakan.jpg)