Gunungkidul

Terjadi Pergeseran Pola Berpikir Masyarakat Gunungkidul Terkait Pendidikan

Kini masyarakat mulai sadar akan pentingnya pendidikan dan mulai mengenyam pendidikan untuk modal mendapatkan pekerjaan yang layak.

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Terjadi pergeseran pola berpikir masyrakat kabupaten Gunungkidul terkait dengan pendidikan.

Dulunya banyak anggota masyarakat yang putus sekolah karena faktor ekonomi kemudian tidak memungkinkan untuk bersekolah.

Kini masyarakat mulai sadar akan pentingnya pendidikan dan mulai mengenyam pendidikan untuk modal mendapatkan pekerjaan yang layak.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Bahron Rosyid mengungkapkan, dari dinas sendiri terus berusaha memberikan fasilitas yang memadai bagi para peserta pendidikan non formal atau kejar paket. 

"Dengan demikian diharapkan, tingkat pendidikan masyarakat Gunungkidul semakin lebih baik dan dari sini dapat mendorong warga lain untuk ikut meningkatkan pendidikan mereka meski usia mereka sudah tidak lah muda, ucap Bahron, Minggu (14/4/2019).

Baca: Akhir April, Gunungkidul Diperkirakan Memasuki Musim Kemarau

Bahron mengatakan pada tahun 2019 ini peserta kejar paket B atau yang setara dengan SMP terdapat 96 peserta yang ikut dalam UNBK, kemudian untuk paket C sebanyak 488 peserta.

Menurutnya dari tahun ketahun peserta pendidikan kesetaraan ini mengalami progres yang cukup baik. 

"Sekarang ini total terdapat 584 peserta, yang tersebar di wilayah Kecamatan Paliyan, Saptosari, Girisubo, Ponjong, Semanu, Karangmojo, Wonosari, Gedangsari, Ngawen, Semin, dan Tepus. Kami berikan fasilitas yang memadai agar para peserta merasa semangat dan tidak merasa terbebani," jelasnya.

Menurutnya saat ini pemerintah sedang berusaha semaksimal mungkin meiningkatkan kualitas pendidikan tak terkecuali dengan pendidikan kesetaraan.

"Ijazah yang diterbitkan bagi peserta pendidikan kesetaraan ini fungsinya sama dengan ijazah sekolah formal. Banyak juga yang memanfaatkan ijazah paket untuk mencari pekerjaan bahkan ada juga yang melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi," ungkapnya.

Terpisah, Bupati Gunungkidul, Badingah Jumat (12/04/2019) lalu menyempatkan diri untuk melakukan peninjauan pelaksanaan UNBK Paket B dan Paket C di SMP Negeri 1 Semanu dan SMK Ponjong. 

Baca: Pemkab Gunungkidul Alokasikan Anggaran Rp1 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana Badai Savannah

"Walaupun kebanyakan masih muda dan beberapa sudah masuk usia dewasa namun semangatnya sungguh luar biasa. Ini bukti bahwa majunya daerah dapat memberikan dampak pada pengetahuan dan dorongan untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi," ucapnya.

Badingan menekankan kepada masyarakat Gunungkidul untuk dapat lebih kembali dalam membuka wawasan baik kepada sektor pendidikan maupun sektor lainnya.

"Menjadi daerah yang tengah booming dalam segala bidang tentu dibutuhkan pula pemahaman, pendidikan dan pengalaman yang luas pula. Sehingga efeknya dapat benar-benar dirasakan, warga pribumi tidak hanya menjadi penonton namun memiliki gagasan yang luas pula," jelasnya.

Dirinya berharap kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan pendataan terhadap angka anak putus sekolah lebih valid lagi karena angka tersebut sebagai dasar meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kabupaten Gunungkidul.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved