Yogyakarta
Peserta Innovating Jogja 2019 Dapatkan Pendampingan Manajerial Produksi Hingga Pemasaran
Peserta Innovating Jogja 2019 Dapatkan Pendampingan Manajerial Produksi Hingga Pemasaran
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Hari Susmayanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Innovating Jogja 2019 yang diinisiasi oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian RI pada tahun ini menitikberatkan pada penumbuhan usaha yang bergerak di bidang kerajinan dan batik.
Kegiatan yang memasuki penyelenggaraan tahun ketiga ini lebih menekankan pada inovasi produk dengan memfokuskan pembentukan inkubasi kerajinan dan batik.
Tak hanya menyeleksi calon tenant yang memiliki inovasi di bidang kerajinan batik, Inovating Jogja 2019 ini juga menyeleksi calon tenant yang belum memiliki inovasi namun berminat untuk memanfaatkan teknologi kompor listrik batik tulis hasil penelitian BBKB.
Konsultan Inkubasi Bisnis, Bio Hadikesuma mengatakan, para peserta Innovating Jogja ini akan mendapatkan pendampingan maupun mengikuti program inkubasi.
"Inkubasi ini memastikan secara manajerial baik itu produksi, pemasaran, finansial, SDM itu mapan. Sehingga ketika mereka sudah mapan mau mengembangkan produk, BBKB juga sudah siap dengan produk baru yang kita dukung dari sisi inkubasi," ujarnya pada Kamis (4/4/2019).
Baca: Bandara NYIA Mulai Diverifikasi Kementrian Perhubungan, Libatkan Tiga Direktorat
Melalui kegiatan Innovating Jogja ini para peserta akan mendapatkan pendampingan dari semua sisi.
Balai Besar Kerajinan dan Batik nantinya akan memberikan pendampingan dari sisi teknis terkait produk.
"Untuk pendampingan investasi langsung dari saya, karena terkait dana hadiah kita punya skema yang berbeda," tuturnya di sela-sela acara Sosialisasi Kegiatan Inovating Jogja 2019 di Balai Besar Kerajinan dan Batik
Ia mengatakan, persoalan yang paling banyak ditemui oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah banyak dari UMKM yang menjalankan bisnis tanpa strategi dan tanpa perencanaan.
Selain itu, persoalan lain yang dihadapi UMKM yakni dalam hal mengelola modal.
"Kalau teknis bagus tapi tidak punya kemampuan manajerial penjualan ya sama saja," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik, Titik Purwati Widowati menambahkan, pada akhir kegiatan bootcamp akan dipilih empat tenant.
Nantinya, empat tenant tersebut akan mendapatkan program penguatan teknis produksi, pembangunan dan pengembangan bisnis dari BBKB serta bantuan bahan produksi senilai Rp 20 juta.
"Harapanya di tahun ini akan muncul ide inovasi bisnis yang tidak kalah dibandingkan dengan pelaksanaan Inovating Jogja tahun-tahun sebelumnya," kata dia.(tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/peserta-innovating-jogja-2019-dapatkan-pendampingan-manajerial-produksi-hingga-pemasaran.jpg)