Mengenang Dian Al Mahri, Sosok Dermawan Pendiri Masjid Kubah Emas

Dian Djuriah Rais (70), pemilik Masjid Kubah Emas, Depok. Dian berpulang pada Jumat (29/3/2019). Dia dikuburkan di sebelah barat kawasan masjid

Tayang:
Editor: iwanoganapriansyah
IST/FB Aristyanto
Dian Djuriah Rais (70) atau Dian Al Mahri, dermawan yang membangun Masjid Kubah Emas Depok. 

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang pelayat memegang nisan Dian Djuriah Rais (70) atau dikenal dengan Dian Al Mahri, pemilik Masjid Kubah Emas, Depok. Dian berpulang pada Jumat (29/3/2019). Dia dikuburkan di sebelah barat kawasan masjid berkubah emas 24 karat itu.

Anah (45) mematung di tepi kubur yang berada di sebelah barat Masjid Kubah Emas, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat, Jumat (29/3/2019). Tangannya menggenggam nisan bertuliskan Dian Djuriah Rais (70), si empunya masjid, yang terkenal dermawan.

Anah sudah bekerja 4 tahun di Masjid seluas 8.000 meter persegi ini. Setiap hari, ia membersihkan masjid bersama 69 orang lainnya. Anah terakhir berjumpa dengan Dian sewaktu pemilik masjid ini menggelar hajatan pernikahan cucunya pada 9 Maret lalu.

“Almarhum itu tidak pernah pilih kasih. Kalau ada karyawan dibelikan baju Lebaran, semuanya pasti dikasih juga,” tutur Anah.

Suasana haru mengantarkan pengusaha asal Banten itu menghadap yang Maha Kuasa. Pelayat tumpah ruah hingga ke halaman masjid, turut serta menyalatkan Dian dan melantunkan doa-doa.

Darah Sutarmi (55) tersirap ketika membaca pesan singkat pada Jumat pagi. Pesan itu membawa pesan duka, Ibu Hajah Dian, orang yang ia kenal sangat pemurah, telah berpulang.

Masa menjelang Lebaran adalah saat yang membahagiakan bagi warga Limo, tutur Sutarmi. Saat itu, Dian membagikan sembako kepada warga sekitar.

“Per orang sampai mendapat 20 kilogram beras dan bahan baju untuk Lebaran,” kata Sutarmi, yang menjadi salah satu jemaah di masjid ini.

Ustazah Masjid Kubah Emas Eti Ohan (66) menuturkan, jumlah jemaah pengajian di masjid ini mencapai 1.500 orang. Ohan mengenal Dian sebagai sosok yang suka menolong. “ Dia banyak sekali membantu orang, tidak harus diminta tetapi dia sudah memberi,” kenang Ohan.

Pada 9 Maret lalu, Sam Tangaran (72) masih berfoto bersama Dian. Saat itu, pensiunan pegawai Bulog ini menghadiri pesta pernikahan salah satu cucu Dian. Sam juga pernah pergi bersama Dian ke Tanah Suci pada tahun 2015.

“Beliau luar biasa,” kata Sam, sembari memeluk anak lelaki Dian. “Maafkan Ibu ya, Om,” kata anak lelaki Dian itu.

Dian meninggalkan seorang suami, 14 anak, dan 36 cucu. Di mata suaminya, Maimun Al Rasyid, Dian tidak hanya sebagai seorang istri, tetapi juga guru. Dalam pesan terakhirnya, Dian berharap bisa disemayamkan di dekat Masjid Kubah Emas.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved