Soccer Style
Hati Risman Maidullah Tertambat di Laskar Mataram
Terlebih musim lalu ia mendapat kepercayaan mengisi satu posisi inti di sektor fullback kiri, menggeser seniornya yang terlebih dulu bergabung
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa tim kontestan kasta kedua silih berganti mencoba membujuk merayu fullback kiri asal Tulehu, Risman Maidullah, untuk hengkang dari PSIM Yogyakarta usai berakhirnya kompetisi Liga 2 2018 lalu.
Kendati sempat terpikir untuk hengkang dan balik kucing ke tim lamanya, PSCS Cilacap, Risman akhirnya memantapkan hatinya untuk kembali membela panji Laskar Mataram.
Ya, meski belum lama membela PSIM Yogyakarta atau tepatnya setengah musim saja usai bergabung di paruh kompetisi musim lalu, namun bagi pesepak bola 25 tahun ini Laskar Mataram terasa istimewa.
Terlebih musim lalu ia mendapat kepercayaan mengisi satu posisi inti di sektor fullback kiri, menggeser seniornya yang terlebih dulu bergabung Crah Angger.
Baca: Ketua Umum PSIM Yogyakarta : Pelatih Asing Masuk Bursa Calon Juru Taktik Musim 2019
"Memang sempat ada tawaran, ya dari beberapa klub lah. Namun saya putuskan untuk berdiskusi terlebih dulu dengan orang tua, dan beliau meminta saya untuk memprioritaskan PSIM terlebih dulu apalagi musim baru bergabung di paruh musim," kata Risman.
"Selain itu, saya pun merasa betah tinggal di Yogya. Pertimbangan ini pula yang menguatkan saya untuk bertahan, karena rekan-rekan di PSIM sudah seperti keluarga bagi saya," ujarnya.
Bak gayung bersambung, Risman masuk dalam daftar 8 pemain musim lalu yang direkomendasikan untuk dipertahanankan menyongsong kompetisi musim 2019.
Ia pun bersyukur, seraya berharap di musim keduanya membela Laskar Mataram hasil baik bisa ia tuai.
"Alhamduliilah, tentu senang akhirnya mendapat rekomendasi untuk dipertahankan. Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih baik, dan kalau rezeki semoga bisa bawa tim ini promosi ke Liga 1," harapnya.
Baca: Gelandang Jangkar PSIM, Raymond Tauntu Tegaskan Komitmennya Bersama Laskar Mataram
Kans PSIM Yogyakarta untuk kembali berkandang di Stadion Mandala Krida musim kompetisi mendatang pun menjadi alasan yang menguatkan tekadnya untuk bertahan.
Disamping menilik seriusan jajaran manajemen PSIM yang bertekad membawa Laskar Mataram tampil di kompetisi kasta tertinggi musim depan.
"Musim depan InsyaAllah kita bakal berkandang di Stadion Mandala Krida, yang merupakan rumah kita sendiri. Tentu otomatis berdampak pada motivasi tanding para pemain untuk berusaha bermain baik dihadapan pendukungnya. Musim lalu cukup sulit kondisinya, selain dihadapkan sanksi pengurangan 9 poin di awal kompetisi, kita pun harus melakoni laga kandang tak menentu, terkadang di SSA bahkan dioper sampai Cilacap," ungkapnya.
Kesempatan Risman mengisi starting eleven Laskar Mataram musim depan pun dipastikan terbuka lebar.
Baca: Segera Gelar Latihan, PSIM Yogyakarta Targetkan Skuat Terbentuk Akhir Maret
Sebab satu nama di posisi yang sama, Crah Angger, dipastikan tak masuk rekomendasi dan telah hengkang ke Persis Solo.
Mengenai kansnya tampil reguler musim depan, Risman mengaku antusias. Sebab, ia pun tertantang mewujudkan harapan membawa PSIM Yogyakarta mentas di kompetisi kasta tertinggi.
"Mengenai target promosi ke Liga 1, sebagai pemain tentu saya pun merasa tertantang. Artinya, semua penggawa PSIM pun pastinya memiliki mimpi dan harapan yang sama bawa tim ini ke kasta tertinggi, Itu saja sih harapan saya musim ini, semoga bisa memberi hasil terbaik bagi tim," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wingback-kiri-psim-yogyakarta-risman-maidullah.jpg)