Kota Magelang Masih Butuh Lebih Banyak Rusun

Kota Magelang masih membutuhkan lebih banyak rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Masalah hunian masih menjadi salah satu pekerjaan rumah di Kota

Kota Magelang Masih Butuh Lebih Banyak Rusun
Tribun Jogja/ Rendika Ferri Kurniawan
Rumah Susun Sederhana Sewa di Wates, Magelang Utara. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kota Magelang masih membutuhkan lebih banyak rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Hal ini seiring meningkatknya jumlah penduduk, membuat kebutuhan akan hunian atau tempat tinggal masyarakat Kota Magelang juga bertambah besar.

"Masalah hunian masih menjadi salah satu pekerjaan rumah di Kota Magelang, dimana seiring waktu, kebutuhan akan hunian ini akan terus meningkat," ujar Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, Selasa (19/3/2019).

Pemkot Magelang pun berupaya mengajukan kembali pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2019. Rusunawa ini nanti akan memenuhi kebutuhan hunian layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca: Wali Kota Magelang Minta Pejabat Baru Perbanyak Inovasi dan Lebih Kreatif

Baca: Mahasiswa Undip Belajar Tata Kota di Kota Magelang

"Tahun 2019 ini kita ajukan lagi pembangunan rusun ke pemerintah pusat guna mengatasi masalah hunian. Pemkot akan mempersiapkan lahan untuk kebutunan pembangunan tersebut,” kata Windarti.

Windarti memastikan pengajuan pembangunan rusunawa ini kepada Kementerian PUPR pekan lalu, seiring dengan peresmian Rusunawa Wates. Pihaknya pun akan menyiapkan lahan di wilayah Gelangan dan Kedungsari.

Ia menuturkan, penambahan rusunawa ini penting untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat, khususnya untuk mereka yang berpenghasilan rendah (MBR). Dikatakannya, masalah ini menjadi urusan wajib pemerintah daerah dalam menyediakan perumahan rakyat. 

"Kami berkomitmen meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup rakyat. Kami berupaya menyediakan hunian layak huni, khususnya bagi MBR. Apalagi, kesenjangan antara rumah terbangun, kebutuhan, dan rumah layak huni masih cukup tinggi,” katanya.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Magelang, Handini Rahayu, mengatakan, pihaknya sudah mengajukan pembangunan Rusunawa di dua lokasi, yakni dii wilayah Kelurahan Gelangan, rencana dua tower dengan 116 unit. Kemudian di wilayah Kelurahan Kedungsari rencana satu tower dengan 50 unit.

Kota Magelang sendiri sudah memiliki  Rusunawa Potrobangsan, Rusunawa Tidar, dan Rusunawa Wates  dengan jumlah unit yang hampir sama.

“Kita juga sudah punya Rusus dengan 50 unit bertipe 28 di Kelurahan Wates. Di ketiga Rusunawa ini sudah terisi oleh masyarakat yang sebelumnya sudah diseleksi dengan ketat,” tuturnya.(rfk)

Penulis: rfk
Editor: ose
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved