Polisi Temukan Empat Bom dan 30 Kg Bahan Peledak di Rumah Teroris Sibolga

Setelah istri teroris Sibolga meledakkan diri, polisi melakukan sterilisasi dan menemukan empat bom dan 30 kilogram bahan peledak

Polisi Temukan Empat Bom dan 30 Kg Bahan Peledak di Rumah Teroris Sibolga
TRIBUNNEWS
Ilustrasi personel Densus 88 

TRIBUNJOGJA.COM - Istri dan dua anak terduga teroris Abu Hamzah meledakkan diri di rumahnya di Jalan Cendrawasih, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3/2019) dini hari, setelah dikepung polisi selama lebih dari 10 jam.

Setelah ledakan itu, polisi melakukan sterilisasi dan menemukan empat bom dan 30 kilogram bahan peledak dari rumah tersebut.

Baca: Istri Teroris Sibolga Bunuh Diri dengan Meledakkan Bom, Polisi Belum Bisa Evakuasi

”Hingga saat ini, tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dan Polda Sumut masih melakukan sterilisasi rumah tersebut. Kami belum bisa memeriksa secara mendalam karena kemungkinan masih ada bahan peledak di sana,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo.

Pengepungan rumah terduga teroris di permukiman padat di Jalan Cendrawasih, Gang Serumpun, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, itu dilakukan setelah Abu Hamzah dan dua terduga teroris lainnya ditangkap di Sibolga.

Penangkapan itu adalah pengembangan dari pembekukan murid Abu Hamzah, yakni RS alias PS (23), di Kelurahan Penengahan Raya, Kedaton, Bandar Lampung.

Pakai Pengeras Suara Masjid

Saat polisi hendak menangkap istri Abu Hamzah di rumahnya, sebuah ledakan pun terjadi dan melukai seorang petugas. Polisi pun akhirnya memilih menjauh dari rumah tersebut.

Polisi langsung mengevakuasi warga dari radius sekitar 200 meter dari rumah terduga teroris untuk menghindari jika terjadi ledakan.

Baca: Istri Terduga Teroris di Sibolga Bertahan di Dalam Rumah Bersama Anaknya, Polisi Minta Menyerah

Melalui pengeras suara di masjid, petugas meminta agar istri Abu Hamzah menyerahkan diri bersama anak-anaknya.

Halaman
12
Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved