Kota Yogya

Merawat Kerukunan dan Kebersamaan Masyarakat Lewat Merti Malioboro

Merawat Kerukunan dan Kebersamaan Masyarakat Lewat Merti Malioboro. Warga Makan Tumpeng Bersama di Kawasan Malioboro

Merawat Kerukunan dan Kebersamaan Masyarakat Lewat Merti Malioboro
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Forum Lintas Komunitas Malioboro (FLKM) mengarak puluhan tumpeng dalam acara Merti Malioboro, Selasa (12/3/2019) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM - Merawat kawasan Malioboro bisa diwujudkan dengan berbagai hal. Salah satunya dengan makan tumpeng bersama di sepanjang kawasan Malioboro seperti yang dilaksanakan oleh berbagai komunitas, Selasa (12/3/2019) sore.

SUASANA di kawasan Malioboro nampak semarak. Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Lintas Komunitas Malioboro (FLKM) mengenakan busana adat Jawa memenuhi kawasan yang saat ini terus ditata wajahnya ini.

Mereka asyik menyantap tumpeng yang sudah diarak dari kawasan Kepatihan.

Menyantap tumpeng dan mengaraknya ini sarat arti akan merti Malioboro atau merawat Malioboro.

Baca: Pasar Rejowinangun Kota Magelang Raih Predikat Pasar Ramah Difabel

Puluhan tumpeng yang menjadi ikon makanan tradisional sore itu mengandung banyak pesan dan makna.

“Kami melaksanakan merti Malioboro ini untuk merawat kerukunan dan kebersamaan di kawasan ini,” ujar Ketua Penyelenggara Merti Malioboro, Suparno Sito kepada Tribun Jogja.

Dia menjelaskan, ada sekitar 25 komunitas yang terlibat dalam acara tersebut. Elemen masyarakat dan komunitas yang datang di kawasan tersebut terdiri dari tukang becak, kusir andong, pedagang kaki lima dan juga unsur lain.

Baca: Maksimalkan Layanan Kepada Masyarakat, Kapolresta Yogyakarta Minta Anggotanya Lebih Simpatik

Sito menjelaskan, ada 90 tumpeng yang diarak dan dimakan bersama ini mengandung banyak arti. Sayuran urap dan gudangan yang ada di tumpeng tersebut menggambarkan kawasan Malioboro yang terdiri dari banyak unsur dan elemen masyarakat.

“Masing-masing punya asal usul yang berbeda dan latar belakang budaya yang beragam. Selain itu, mereka juga berasal dari daerah-daerah yang berbeda. Tetapi semuanya bersatu guyub rukun di Malioboro. Begitu pula dengan nasi tumpeng ini juga menandakan persatuan,” katanya.

Pedagang kuliner di kawasan Malioboro ini menjelaskan, acara merti Malioboro ini merupakan inisiatif dari masing-masing komunitas. Selain merawat budaya, mereka juga ingin menyuarakan pesan damai dalam Pemilu yang akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.(tribunjogja)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved