Kamis Malam, Gunung Merapi Terpantau Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,3 KM

Awan panas meluncur sejauh 1300 meter (1,3 km) yang mengarah ke hulu Kali Gendol dengan durasi guguran 130 detik.

Kamis Malam, Gunung Merapi Terpantau Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,3 KM
twitter BPPTKG
Pantauan Gunung Merapi, Kamis (7/3/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta kembali melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

Tercatat pada Kamis (7/3/2019) malam Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran pada pukul 23.30 WIB.

Awan panas meluncur sejauh 1300 meter (1,3 km) yang mengarah ke hulu Kali Gendol dengan durasi guguran 130 detik.

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang lantaran aktivitas tersebut belum membahayakan warga lereng Merapi.

"Jarak luncur awan panas masih dalam jarak aman rekomendasi, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang," tulis BPPTKG.

Sementara itu, pada Jumat (8/3/2019) pagi visual Merapi terlihat berkabut dengan cuaca mendung.

Suhu di sekitaran puncak 21,3 derajat dengan kelembaban 78 persen RH.

Dengan angin berhembus perlahan menuju timur laut.

Berdasarkan analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi yang terakhir dirilis BPPTKG, volume kubah lava gunung api itu mencapai 461.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 1.300 meter kubik per hari.

Kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan masih rendah, rata-rata kurang dari 20.000 meter kubik per hari.

Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada.

Untuk sementara waktu, tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Terkait kejadian guguran awan panas dengan jarak luncur yang semakin jauh, BPPTKG mengimbau warga yany tinggal di kawasan aliran Kali Gendol untuk meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta untuk tidak terpacing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi, media sosial BPPTKG atau ke kantor BPPTKG. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved