Aktivitas Merapi

BPPTKG Himbau Masyarakat Tidak Termakan Hoax Soal Aktivitas Merapi

Pada periode pengamatan Senin (5/3/2019) pukul 00.00-14.00 tidak terdapat aktivitas awan panas guguran sama sekali.

BPPTKG Himbau Masyarakat Tidak Termakan Hoax Soal Aktivitas Merapi
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Hanik Humaida Kepala BPPTKG Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM - Sampai dengan saat ini aktivitas Merapi masih pada status Waspada (level II).

Dari keterangan tertulis yang disampaikan oleh Hanik Humaida, Kepala BPPTKG disampaikan, terkait video yang beredar di grup WhatsApp mengenai aktivitas Gunung Merapi, hal tersebut bukanlah aktivitas Merapi pada Senin (5/3/2019).

Hanik mengungkapkan jika pada periode pengamatan Senin (5/3/2019) pukul 00.00-14.00 tidak terdapat aktivitas awan panas guguran sama sekali.

Dia mengungkapkan jika video tersebut adalah tidaklah benar.

Baca: On Trend: 6 Gaya Mix and Match Koleksi Terbaru Gaudi Clothing

"Beredar di WhatsApp grup video erupsi Merapi. Video tersebut bukan aktivitas Merapi hari ini (5/3/2019). Periode pengamatan pukul 00.00-14.00 tidak terjadi awan panas guguran," ungkapnya melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com.

Oleh karenanya, Hanik juga mengimbau semua pihak agar tidak menyebarkan video yang tidak jelas sumber dan tetap memantau akun resmi dari BPPTKG.

Lebih lanjut, Hanik menyampaikan jika Merapi pada Selasa (5/3/2019) tercatat mengalami enam kali gempa guguran dengan durasi 11-42 detik.

Selain itu, dari CCTV juga terpantau sebanyak dua kali guguran ke Kali Gendol dengan jarak luncur maksimal 400 meter.

Baca: Frekuensi Aktivitas Merapi Meningkat, Kadispar Sleman Optimis Wisata Tak Terganggu

Untuk periode 06.00-12.00, berdasarkan data seismik terekam enam kali gempa guguran dengan durasi 9-53 detik.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana menghimbau masyarakat untuk selalu mengecek kebenaran dari informasi yang didapatkan.

Biwara menyampaikan jika info mengenai aktivitas terkini dari Merapi selalu di-update oleh akun resmi dari BPPTKG dan BPBD.

Oleh karenanya, masyarakat bisa rutin mengecek kedua akun tersebut.

"Bila mendapatkan informasi tentang Merapi, cek dulu sumber dan tanggalnya sebelum di share. Media resmi dari BPPTKG dan BPBD selalu update atas perkembangan Merapi," ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved