Aktivitas Merapi

Aktivitas Merapi Meningkat, Wisata Jeep Belum Terpengaruh

Meningkatnya aktivitas Merapi tidak serta merta menyurutkan kunjungan wisatawan di sekitaran wilayah tersebut.

Aktivitas Merapi Meningkat, Wisata Jeep Belum Terpengaruh
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Salah satu Jeep wisata Lava Tour Merapi di Kalikuning 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas Gunung Merapi terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu belakangan.

Terbaru, Gunung setinggi 2930 MDPL tersebut mengeluarkan awan panas sebanyak tujuh kali sejak Sabtu (2/3/2019) dini hari.

Namun demikian, meningkatnya aktivitas Merapi tidak serta merta menyurutkan kunjungan wisatawan di sekitaran wilayah tersebut.

Semisal wisata Jeep Merapi yang marak ditemui di wilayah Kaliurang, Cangkringan, Sleman.

Baca: On Trend: 6 Gaya Mix and Match Koleksi Terbaru Gaudi Clothing

Salah seorang pengelola wisata Jeep Merapi, Farchan Hariem menuturkan, meskipun akhir-akhir ini aktivitas Merapi kian meningkat dan kerap mengeluarkan awan panas, namun belum berpengaruh terlalu signifikan terhadap kunjungan wisatawan.

Dikatakannya, tren kunjungan pun tetap normal laiknya hari-hari operasional biasa.

"Memang statusnya sudah waspada level II, tapi sejauh ini masih normal-normal saja," kata Farchan saat dihubungi Tribunjogja.com, Sabtu (2/3/2019).

Bahkan, animo masyarakat terhadap wisata petualangan yang satu ini diklaimnya tetap tinggi.

Baca: Kawasan Puncak Merapi Berpotensi Diguyur Hujan Deras

Meskipun tidak menyebutkan jumlah pasti kunjungan setiap minggunya.

"Kunjungan masih normal, tetap bagus. Animo wisatawan juga tidak terganggu. Pariwisata tetap buka dan berjalan baik," tambahnya.

Farchan mengatakan, kemungkinan masyarakat sudah biasa menghadapi maupun mendengar aktivitas Merapi yang terakhir ini selalu meningkat, sehingga tidak direspon terlalu berlebihan.

"Status level waspada ini kan sudah berbulan bulan. Lama-lama masyarakat juga sudah biasa. Kan orang tetap juga butuh refreshing meskipun Merapi aktivitasnya meningkat, tapi masih dalam kondisi normal, belum terlalu membahayakan," pungkasnya.

Baca: Merapi Berpotensi Luncurkan Lahar Dingin, BPPTKG Yogyakarta Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Hal yang sama juga diutarakan Wakil Ketua Bidang Organisasi Asita DIY, Bobby Ardyanto yang juga mengelola Merapi Tour.

Sejauh ini, menurut Bobby, luncuran awan panas Merapi belum menunjukkan oleh wisata di tempatnya.

"Masih normal, sejauh ini belum ada dampak yang signifikan," kata Bobby. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved