Kasus Demam Berdarah di Kota Yogyakarta Tercatat Meningkat, Dinkes Imbau Warga Terapkan PSN

Hingga akhir Februari telah tercatat total kasus DB di Kota Yogyakarta mencapai sejumlah 97 kasus.

Kasus Demam Berdarah di Kota Yogyakarta Tercatat Meningkat, Dinkes Imbau Warga Terapkan PSN
Net
Ilustrasi: Demam Berdarah 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selama bulan Februari 2019, tercatat 30 kasus Demam Berdarah (DB) di Kota Yogyakarta.

Bila diakumulasikan dengan data Januari 2018 yang mencapai 67 kasus, maka hingga akhir Februari telah tercatat total kasus DB di Kota Yogyakarta mencapai sejumlah 97 kasus.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu, mengatakan bahwa dari jumlah tersebut seluruhnya dapat tertangani dan tidak ada pasien yang meninggal dunia akibat DB.

Ia pun menyebutkan sebaran kasus DB per kelurahan yang ada di Kota Yogyakarta pada Februari 2019.

Mulai dari Karangwaru 3 kasus, Gowongan 1 kasus, Klitren 2 kasus, Tegalpanggung 1 kasus, Bausasran 1 kasus, Notoprajan 2 kasus, Gedongkiwo 1 kasus, Suryadiningratan 1 kasus, Kadipaten 1 kasus, Panembahan 1 kasus, Prawirodirjan 1 kasus, Wirogunan 1 kasus, Keparakan 1 kasus, Brontokusuman 2 kasus, Pandeyan 2 kasus, Giwangan 1 kasus, Semaki 1 kasus, Mujamuju 1 kasus, Tahuna 2 kasus, Prenggan 1 kasus, dan Rejowinangun 3 kasus.

"Periode yang sama dibandingkan tahun lalu, tahun ini kenaikannya signifikan. Kemarin turun sekali. Tertinggi saja pada 2018 ada 20 kasus di Mei," bebernya, Kamis (28/2/2019).

Endang menambahkan, meski awalnya diperkirakan kenaikan kasus DB terjadi selama lima tahunan, namun dari kasus DB tertinggi pada 2016 hingga saat ini 2019 yang belum berjarak lima tahun, membuat banyak sedikitnya kasus DB tidak bisa lagi diprediksi.

"Saat ini hujan cenderung tinggi. Hampir tiap sore hujan. Selama masyarakat menerapkan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), maka DB bisa dicegah," tandasnya.

Selain mengenai DB, penyakit yang datang ketika musim hujan yakni Leptospirosis tercatat sebanyak 5 kasus pada 2019 ini.

"Satu di antaranya meninggal dan diduga karena lepto karena belum kami uji lebih lanjut," tandasnya. (*)

Penulis: kur
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved