Kata Pakar Perencana Keuangan Saat Gaji Naik Tipis dan Bonus Mengempis

para karyawan kantoran senantiasa menunggu bonus tahunan dari pencapaian kinerja setahun sebelumnya.

Kata Pakar Perencana Keuangan Saat Gaji Naik Tipis dan Bonus Mengempis
via Pinteres Salary And Expenses Cartoons
Ilustrasi 

5. Biasakan menyisihkan dana darurat di awal bulan gajian supaya bisa menjadi cadangan saat ada pengeluaran dadakan.

Nah, agar Anda lebih mudah di dalam menerapkan kiat-kiat di atas dalam keseharian Anda, maka Anda bisa menerapkan skala prioritas seperti yang disarankan Eko Endarto, perencana keuangan dari Financia Consulting.

Saat Anda menerima gaji, alokasikan pada tiga prioritas penempatan utama, yakni sosial dan keagamaan, cicilan utang, serta investasi dan proteksi. Baru sisa gaji
setelah digunakan untuk tiga hal di atas itulah yang bisa Anda gunakan untuk kebutuhan konsumsi Anda.

“Misal hanya sisa Rp 2 juta, dibagi 4 minggu, masing-masing Rp 500.000 per minggu, harus cukup,” ujar Eko.

Pantau ketat pos pengeluaran Pos

Pengeluaran sebaiknya Anda cermati secara detail guna mencari celah-celah mana yang bisa Anda lakukan penghematan. Contohnya, seberapa besar pengeluaran rutin untuk pembelian BBM atau transportasi saat ini?

Pikirkan alternatif transportasi yang paling efisien menuju ke kantor atau ke tempat Anda rutin beraktivitas. Coba gunakan sarana transportasi alternatif tersebut
dalam tempo sebulan dan hitung seberapa banyak penghematan yang bisa Anda lakukan. Instal aplikasi pembayaran online yang sering menggelar diskon dan program cash back.

Program-program promo ini sangat bermanfaat jika Anda memakai transportasi online. Pos pengeluaran lain yang sering menyedot anggaran tanpa terasa adalah biaya jajan.

Entah jajan kopi, ngemil, atau makan di restoran. Nah, bertahap ubah kebiasaan jajan dengan menyantap masakan rumah. Jika Anda berkeluarga dan memiliki anak yang masih sekolah, biaya keperluan sekolah seperti uang SPP, uang saku, dan keperluan sekolah tentu bakal menyedot biaya konsumsi.

Oleh karena itu Eko menyarankan bahwa tetap harus ada investasi untuk biaya pendidikan saat anak nanti naik jenjang pendidikan yang memerlukan biaya lebih besar.

Halaman
123
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved