Aktivitas Merapi

BPPTKG Imbau Warga Tak Panik Isu Wedhus Gembel, Aktivitas Merapi Masih Tergolong Jarang

BPPTKG menghimbau kepada warga tak panik dengan informasi adanya guguran awan panas atau wedhus gembel yang meluncur dari puncak Merapi.

BPPTKG Imbau Warga Tak Panik Isu Wedhus Gembel, Aktivitas Merapi Masih Tergolong Jarang
BPPTKG
Telah terjadi 5 kali awanpanas guguran di Gunung Merapi pada pukul 06.05, 06.13, 06.24, 06.25 dan 06.28 WIB dengan jarak luncur maksimum 1 km ke arah Kali Gendol, Senin (18/2/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hanik Humaida, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menghimbau kepada warga masyarakat agar tak panik dengan informasi adanya guguran awan panas atau wedhus gembel yang meluncur dari puncak Merapi pada Senin (25/2/2019) siang pukul 11.24 WIB.

Hanik menekankan, aktivitas Merapi ini masih tergolong kecil lantaran guguran masih berada di bawah radius 3 kilometer.

"Guguran intensitasnya juga masih sangat jarang, jadi ini belum signifikan dan belum berbahaya," terangnya kepada wartawan di kantornya, Senin (25/2/2019) sore.

Selain itu, kata Hanik, saat ini suplai magma dari dalam kawah juga masih sangat rendah sehingga belum mengakibatkan aktivitas yang menonjol dan membahayakan penduduk.

Baca: PBTY Telah Usai, Capaian Tertinggi Masuk Wonderful Indonesia

Hanik membandingkan aktivitas erupsi saat ini dengan erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 silam masih sangat jauh.

"Kalau saat itu (erupsi 2010) bisa sampai ratusan bahkan sampai nggak tercatat karena saking banyaknya, jadi ini masih jarang sekali aktivitas gugurannya," lanjutnya.

Terkait aktivitas ini, pihaknya menghimbau agar warga tetap tenang dan tak terpancing informasi yang belum dipastikan benar.

Baca: BPPTKG Sebut Aktivitas Guguran Awan Panas Merapi Masih Tergolong Kecil

"Kita harap masyarakat tetap tenang lah, ini aktivitas masih kecil, intensitas juga masih jarang dan kita dalam menaikkan status juga ditinjau dari efek atau bahayanya kepada masyarakat," pungkasnya.

Hanik menegaskan hingga saat ini status gunung yang membatasi tiga kabupaten ini masih berada di level II atau Waspada. Rekomendasi dan himbauan masyarakat juga belum ada perubahan.

Apabila ada aktivitas terbaru, masyarakat diharapkan tetap mengikuti instruksi dan arahan dari petugas yang berwenang untuk menangani aktivitas Gunung Merapi. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved