Techno

Inovatif, 3 Mahasiswa UII Kembangkan Botol Pintar Pencegah Diabetes

Tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII berhasil mengembangkan botol pintar (smart bottle) pencegah diabetes.

Inovatif, 3 Mahasiswa UII Kembangkan Botol Pintar Pencegah Diabetes
Istimewa
IDEMES atau Smart Bottle Pencegah Diabetes hasil karya mahasiswa FTI UII, beserta aplikasinya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM - Tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII berhasil mengembangkan botol pintar (smart bottle) pencegah diabetes.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Andhikajati Kurnia Adi, Halidah Ulfah, serta Aditya Sandi Nugraha.

Inovasi botol pencegah diabetes ini oleh ketiga penemunya diberi nama IDEMES.

Dhika selaku Ketua Tim menuturkan, ide pembuatan botol tersebut awalnya diperuntukkan lomba Gemastik yang diadakan Dikti.

Baca: Waspadai Ciri-ciri dan Gejala Penyakit Difteri

Baca: DP3AP2KB Sleman Targetkan 50 Persen SD/SMP Miliki Standar Ramah Anak

"Sembari menanti pelaksanaan lomba, botol ini kita kembangkan," jelas Dhika via keterangan tertulis, Selasa (19/02/2019).

Dhika menyatakan cara kerja botol tersebut cukup mudah. Penggunanya harus memiliki aplikasi IDEMES terlebih dahulu di ponsel pintar.

Pertama, gula dimasukkan ke dalam botol. Setelahnya, aplikasi akan menganalisis data diri, terutama terkait umur, berat badan, dan tinggi badan.

Jika dinyatakan berlebih, butiran gula akan keluar dari lubang bagian bawah botol. Status kadar gula darahnya pun terbaca.

Baca: Hilangkan Fibroma dan Kutil Pakai Cuka Apel

"Perawatannya juga mudah, tidak jauh berbeda dengan membersihkan botol biasa," terang Dhika.

Menurutnya, kehadiran botol tersebut sangat penting bagi masyarakat. Apalagi menurut data WHO, Indonesia menempati posisi ke-7 untuk jumlah pengidap diabetes terbanyak di dunia.

Ia pun berharap masyarakat bisa mengatur pola hidup, terutama asupan gula yang lebih baik. Salah satunya menggunakan botol IDEMES itu.

"Terutama bagi generasi muda, karena diabetes tidak mengenal umur. Semua bisa terjangkit," kata Dhika.(tribunjogja)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved