Aktivitas Merapi

Minggu Pagi, Gunung Merapi Luncurkan 4 Kali Guguran Lava, Meluncur hingga 950 Meter

Hingga saat ini, gunung berapi yang membatasi empat kabupaten tersebut masih ditetapkan statusnya di level II atau Waspada.

Minggu Pagi, Gunung Merapi Luncurkan 4 Kali Guguran Lava, Meluncur hingga 950 Meter
twitter BPPTKG
Guguran lava Gunung Merapi teramati pada Minggu (17/2/2019) periode 00.00 - 06.00 WIB. Tercatat mengeluarkan empat kali guguran lava dengan arah Hulu Kali Gendol. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dirilis Tribunjogja.com melalui akun resmi BPPTKG, aktivitas Gunung Merapi pada Minggu (17/2/2019) tercatat mengeluarkan guguran lava sebanyak empat kali.

Guguran lava tercatat terjadi pada periode 00.00-06.00 WIB.

Jarak luncur antara 300 hingga 950 meter.

Guguran meluncur ke arah Tenggara atau Hulu Kali Gendol.

Sementara itu, Gunung Merapi juga menunjukkan aktivitasnya dengan setidaknya mengeluarkan 10 kali guguran dengan durasi antara 15-96 detik.

Selain itu, dari laporan pengamatan guguran Gunung Merapi pada periode 06.00-12.00 WIB.

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

Tercatat dari data seismik, Gunung Merapi mengeluarkan tujuh kali guguran dengan durasi 20-36 detik.

Hingga saat ini, gunung berapi yang membatasi empat kabupaten tersebut masih ditetapkan statusnya di level II atau Waspada.

Status ini masih bertahan sejak dinaikkan statusnya pada 21 Mei 2018 lalu.

Melihat aktivitas tersebut, BPPTKG juga tak merekomendasikan kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara waktu kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Baca: Merapi Tercatat Keluarkan Awan Panas Sekali dalam Minggu Ini

Radius 3 km dari puncak Merapi pun diharapkan agar dikosongkan dari aktifitas penduduk.

BPPTKG juga mengimbau agar masyarakat yang tinggal di KRB III untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk aktivitas Gunung Merapi.

Terkait informasi, masyarakat diharapkan agar tidak mudah terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved