Otomotif
BMW R25 Tahun 1953, Motor Perang Lawas Seharga 200 Juta
BMW tak hanya moncer lewat kendaraan roda empat mewah, namun jauh sebelum itu, BMW lebih dulu melahirkan deratan roda dua bersilinder besar.
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
"Mungkin BMW menerapkan itu bermanfaat bagi tentara yang saat berjalan dan akan menembak musuh sehingga motor nggak berbelok," terangnya.
Selain itu, BMW memilih gardan sebagai penggerak motor tipe ini bukan tanpa alasan.
Yakni gardan lebih kebal terhadap tembakan musuh sehingga masih bisa tetap berjalan saat berondongan peluru menyasar kendaraan ini.
Baca: BMW G 310 R Sangar Bergaya Flat Track
"Suspensi belakang juga mengaplikasikan plunger atau suspensi dengan pergerakan vertikal (naik turun) poros belakang. Motor saat ini sudah tak ada yang mengaplikasikan suspensi ini," katanya.
Kini, Kata Bejo, populasi motor ini sudah langka dijalanan.
Banyak alasan yang mengiringinya, selain karena berat motor ini juga dirasa kurang tenaga meski berbekal 250 cc.
"Motor ini paling hanya dipakai buat nyenengin keluarga, istri, jalan-jalan tiap sore," pungkasnya.
Harga motor ini bisa dibilang cukup fantastis, untuk bahan saja, motor ini dibanderol mulai Rp 30jutaan.
Sedangkan untuk BMW R25 1953 milik Bejo ini dihargai mencapai Rp 200 Juta.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/motor-bmw-r25-tahun-1953.jpg)