Gunungkidul

Kominfo Gunungkidul Targetkan Tahun Ini Selesai Pasang Internet di Desa

Pada awal 2019 ini Diskominfo Kabupaten Gunungkidul telah memasang internet di 40 desa di Gunungkidul.

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Gunungkidul menargetkan pada tahun 2019 internet mulai dipasang di tiap-tiap desa.

Kepala Bidang Layanan Informatika Diskominfo Gunungkidul, Kelik Yuniantoro menuturkan, pada awal 2019 ini pihaknya telah memasang internet di 40 desa di Gunungkidul.

"Setiap desa akan diberi bandwith internet sebesar 10 mbps, dari internet yang diberikan dapat dimanfaatkan desa untuk menunjang potensi yang ada di desa. Misalnya satu desa memiliki potensi wisata maka internet tersebut dapat disalurkan ke tempat wisata agar masyarakat atau wisatawan dapat mengakses internet secara gratis," katanya pada Tribunjogja.com, Selasa (12/2/2019).

Ia mengatakan, jumlah desa yang ada di Gunungkidul sebanyak 144 desa sehingga jika pada awal tahun sudah dapat memasang internet di 40 desa, maka ia optimis pada akhir tahun 2019 internet sudah terpasang di semua desa.

Selain potensi wisata menurutnya desa-desa juga dapat memanfaatkan internet gratis untuk memaksimalkan potensi usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

"Kalau desa tidak mempunyai potensi wisata dapat dialihkan ke sentra-sentra UMKM di desa. Sehingga dapat mempermudah masyarakat dalam penjualannya," ucapnya.

Selama ini masih banyak tempat-tempat wisata yang tidak terjangkau sinyal internet, pihaknya tidak berfokus pada titik-titik blank spot tersebut.

Tetapi tetap akan didistribusikan ke semua tempat-tempat wisata.

"Untuk itu perlu partisipasi aktif kepala desa dalam mewujudkan internet gratis. Jadi nanti prosesnya kepala desa yang menyiapkan tower untuk menembak internet ke tempat-tempat potensial," katanya.

Ia menuturkan tower yang dibutuhkan untuk menyalurkan internet harganya tidak terlalu mahal berkisar Rp 20 juta dan bisa diambil dari alokasi dana desa yang diterima pihak desa.

Baca: Polres Gunungkidul Tahan Pelaku Rudapaksa

Kelik menuturkan internet yang diberikan oleh Pemkab Gunungkidul merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi DIY.

"Ini bertujuan untuk membangun smart city, dan smart city tersebut harus mampu untuk mewujudkan visi misi Bupati Gunungkidul yaitu memajukan sektor pariwisata," katanya.

Hal tersebut disambut baik oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono, ia menuturkan dengan adanya internet ditempat wisata dapat mengundang wisatawan untuk berkunjung.

"Sekarang kan zamannya wisata digital kita juga harus bisa menjawab kebutuhan wisatawan, jadi wisatawan dapat mengirim gambar dalam waktu yang sama ketika ada internet di tempat-tempat wisata," katanya.

Ia menambahkan dengan ditambahnya fasilitas internet merupakan pengembangan pariwisata yang membutuhkan insfrastruktur.

Baca: SMF Kucurkan Dana untuk Pembangunan Homestay di Gunungkidul

"Ini masuk penambahan insfrastruktur bagaimana dapat menjangkau akses ilitas dan juga amenitasnya. Ini untuk mendukung pembangunan pariwisata, tak hanya berpengaruh pada jumlah kunjugan tetapi juga bagian promosi dan pemasaran," katanya.

Dirinya juga berharap internet dengan sambungan wifi tak hanya menyasar tempat-tempat wisata tetapi juga menyasar desa wisata yang sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan.

"Terkait dengan wifi baru pertama ini, kemudian ada beberapa titik di tempat wisata yang mengalami blank spot atau tidak ada sinyal internet.

Menurutnya saat ini yang paling membutuhkan akses internet adalah Pantai Wediombo dan Pantai Siung karena kedua pantai tersebut masuk dalam titik yang tidak terjangkau sinyal internet serta telah banyak dikunjungi wisatawan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved