PSS Sleman

PSS Sleman Kedatangan Legiun Asing Asal Mesir

PSS Sleman kedatangan satu legiun asing yang bergabung di sesi latihan tim di Lapangan Paskhas, Berbah, Sleman, Jumat (8/2/2019) sore.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Pemain asal Mesir, Mido Saad, menjalani sesi latihan bersama tim PSS Sleman di Lapangan Paskhas, Jumat (8/2/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM- PSS Sleman kedatangan satu legiun asing yang bergabung di sesi latihan tim di Lapangan Paskhas, Berbah, Sleman, Jumat (8/2/2019) sore.

Ialah pesepak bola asal Mesir yang sempat membela Zamalek, Mido Saad.

Pemain yang biasa bermain di posisi penyerang maupun gelandang tersebut mengaku cukup antusias menjalani trial serta tak sabar mencicipi kompetisi sepak bola di Indonesia bersama tim PSS Sleman.

"Saya sangat tertarik dengan Indonesia. Jadi ketika pertama kali saya datang ke sini, mencari tahu, dan PSS Sleman didirikan pada 1976," ujar Mido Saad pada Tribunjogja.com.

"Jadi saya sangat suka tinggal di Jogja, dan saya sangat cinta Jogja," imbuh pemain yang mengaku bisa bermain di beberapa posisi tersebut.

Baca: Ingin Restorasi Yamaha Alfa, Ini Dana yang Kudu Disiapkan

Meski baru sekilas mengetahui informasi tim PSS Sleman, namun ia mengaku terkesan dengan tim berlogo candi ini.

Ia pun memiliki harapan untuk dapat memperkuat tim PSS Sleman.

Sebab, konflik di negeri asalnya turut berimbas pada kompetisi sepak bola di Mesir.

"Tim ini memiliki history yang bagus dan fans yang besar. Saya mungkin salah satu fans dari mereka. Ya, tidak ada sepak bola di Mesir selama tiga tahun jadi saya harus fokus belajar dan mencari tim di luar, sementara saya tidak punya koneksi," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, hal tersebut tak lepas dari peristiwa 'Arab Spring' 2011 silam, gelombang revolusi unjuk rasa dan protes yang menggulingkan kepemimpinan rezim pemerintahan Hosni Mubarak.

Baca: Hasil Drawing Babak 16 Besar Piala Indonesia 2018, PSS Sleman Jumpa Borneo FC

Belum lagi rentetan panjang daftar kekerasan di sepakbola Mesir usai revolusi tersebut yang menewaskan banyak korban jiwa, mulai dari bentrokan di Stadion Port Said pada 2012 yang menewaskan lebih dari 70 orang, hingga bentrok antara suporter Zamalek dengan polisi di luar Stadion Air Defence, Kairo, 2015 silam yang merenggut 30 korban jiwa.

"Saya berharap bisa bermain dengan mereka (PSS-red)," pungkasnya.

Terpisah, pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro mengaku Mido Saad datang atas kemauannya sendiri untuk berlatih dengan tim.

Bahkan Seto pun mengaku belum mengetahu persis apa posisi pemain asal Mesir tersebut.

"Kita lihat dulu ya, tadi kan baru latihan ringan saja. Bahkan, saya juga belum tanyakan apa posisinya, karena tadi memang belum saya plot ke tiap-tiap posisi," kata Seto. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved