Jawaa

Asyiknya Belajar Aksara Jawa Kuna di Museum BPK RI Kota Magelang

Selain untuk membagikan pengetahuan aksara jawa, kegiatan ini juga menjadi wujud dalam upaya pelestarian warisan budaya Aksara Jawa.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Sejumlah peserta tengah belajar membaca aksara jawa kuno pada kegiatan belajar atau Sinau Aksara Jawa Kuno dari Komunitas Aksara Kawi (Taksaka) di Museum BPK RI Kota Magelang, Minggu (3/2/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - "Ha-na-ca-ra-ka, da-ta-sa-wa-la", begitu bunyinya, saat aksara jawa dieja dan dirapalkan dengan nyaring oleh anak-anak belasan tahun di Museum BPK RI, Kota Magelang, Minggu (3/2/2019).

Layaknya alfabet dalam bahasa Indonesia, anak-anak itu mengeja huruf-huruf dalam aksara jawa tersebut kemudian menuliskannya ke dalam buku tulisnya.

Kemudian seorang pengajar menuliskan aksara baru.

'Ma-ga-ba-tha-nga, pa-da-ja-ya-nya'. Lalu meminta anak-anak mengejanya kembali.

"Ayo dibaca lagi pelan-pelan, dengan suara keras dan bersama-sama ya!" kata seorang pengajar tersebut sambil anak-anak menirukan membaca aksara jawa yang dibacakannya dengan nyaring.

Seperti itulah keseruan kegiatan Sinau Aksara Jawa Kuno dari Komunitas Aksara Kawi (Taksaka) di Museum BPK RI Kota Magelang, Minggu (3/2/2019) tadi.

Mereka mengajarkan aksara jawa kuna kepada anak-anak belasan tahun di Kota Magelang.

Tak hanya anak-anak saja, bahkan orang dewasa pun tertarik dan ikut belajar.

Seorang anggota Komunitas Taksaka, Nugroho Wibisono (32) mengatakan, Komunitas Aksara Kawi (Taksaka) sebagai salah satu komunitas pelestari aksara jawa ingin membagikan ilmunya kepada masyarakat, satu di antaranya melalui kegiatan sinau aksara jawa ini.

Selain untuk membagikan pengetahuan aksara jawa, kegiatan ini juga menjadi wujud dalam upaya pelestarian warisan budaya Aksara Jawa peninggalan nenek moyang.

"Kami tak ingin kemampuan kami membaca aksara Jawa Kuna ini hanya untuk diri sendiri. Kami ingin membagikanya kepada orang lain, terutama anak-anak muda. Ini juga wujud upaya pelestarian peninggalan nenek moyang kita," kata Nugroho, Minggu (3/2/2019) saat ditemui Tribunjogja.com di sela kegiatan Sinau Aksara Jawa bareng Taksaka di Museum BPK RI, Kota Magelang.

Nugroho mengatakan, Komunitas Taksaka telah mengadakan kegiatan pelatihan ini selama tiga tahun terakhir.

Selama sebulan sekali mereka mendatangi museum-museum, situs-situs warisan budaya, menggandeng anak-anak muda dan mengajarkannya aksara jawa secara cuma-cuma.

"Selama tiga tahun terakhir ini kami rutin mengadakan pelatihan sebulan sekali seperti di museum atau sembari berjalan-jalan ke tempat-tempat yang berbau budaya. Semuanya gratis, atau cuma-cuma saja," ujarnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved