Yogyakarta

Kantor Pos Plemburan Kembali Temukan Paket Tabloid Indonesia Barokah

Setidaknya ada 1800 paket berisi tiga tabloid per amplopnya yang diterima Kantor Pos Plemburan, di mana sebelumnya juga telah ditemukan 2400an paket.

Kantor Pos Plemburan Kembali Temukan Paket Tabloid Indonesia Barokah
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Petugas memeriksa paket yang berisi Tabloid Indonesia Barokah yang diterima Kantor Pos Plemburan, Kamis (24/1/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kantor Pos Plemburan kembali mendapatkan paket Tabloid Indonesia Barokah.

Atas temuan ini, Bawaslu Sleman masih menunggu kajian dari pusat untuk menentukan langkah selanjutnya.

Kordiv Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Sleman, Arjuna al Ichsan Siregar saat ditemui di Kantor Pos Plemburan, Senin (28/1/2019) menjelaskan pihaknya datang untuk melakukan pengecekan dan pendataan Tabloid Indonesia Barokah yang kembali dikirim pada akhir pekan lalu.

Setidaknya ada 1800 paket berisi tiga tabloid per amplopnya yang diterima Kantor Pos Plemburan, di mana sebelumnya juga telah ditemukan 2400an paket.

Baca: Lebarkan Sayap, Naavagreen Akan Buka Cabang Baru di Bintaro dan Jambi

"Kalau dari alamat tujuannya, masjid-masjid dan pondok pesantren," ucapnya pada Tribunjogja.com.

Arjuna mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil kajian dari dewan pers yang ada di pusat.

"Sementara kami tahan dulu jangan diedarkan demi langkah pencegahan," tambahnya.

Mujiyono, selaku Wakil Kepala Sentral Pengolahan Pos Yogyakarta di Plemburan memaparkan pihaknya menerima pengiriman tabloid itu pada Jumat (25/1/2019) sore kemarin.

"Kalau jumlahnya, dari data untuk pengiriman ke Kota Yogyakarta ada 487 paket. Di kabupaten Sleman dalam pengiriman pertama ada 1153 paket dan yang kedua ini ada 748. Untuk kabupaten bantul pada pengiriman pertama ada 741 paket, yang kedua 1112. Total ketiga daerah 4241 paket," bebernya.

Saat ini pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Bawaslu dan kepolisian untuk langkah selanjutnya.

Sementara ribuan paket itu tetap akan ditahan sampai ada keputusan.(*)

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved