Hillary Clinton Tertarik Ikut Lagi Pilpres AS 2020
Hillary Clinton, kandidat Capres Demokrat di Pilpres AS 2016 berkeinginan maju lagi di Pilpres AS 2020
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, NEW YORK – Hillary Clinton, kandidat Capres Demokrat di Pilpres AS 2016 berkeinginan maju lagi di Pilpres AS 2020. Meski belum deklarasi, Hillary sudah mengungkapkan keinginannya.
“Dia mengatakan pada orang-orang tak menutup pintu pada ide maju lagi di Pilpres 2020,” kata Jeff Zeleny dari CNN dalam acara Inside Politics, Minggu (27/1/2019) malam waktu New York.
“Saya bicara dengan tiga orang minggu ini, dan dia (Hillary) mengatakan hal itu bahwa ia tak menutup pintu soal ide maju lagi,” lanjutnya.
Hillary Clinton Kritik Pedas Donald Trump
“Tapi ini bukan berarti sudah ada rencana kampanye atau rencana kerja,” tambah Zeleny yang mengatakan pernyataan seperti ini tidak terlalu mengejutkan.
Hillary Clinton memenangkan suara popular pada Pilpres 2016 melawan Donald Trump. Namun ia kehilangan banyak suara di electoral vote. Trump yang menjadi capres dari kubu Republik, akhirnya memenangi kontestasi.
Jika Hillary Clinton ingin maju lagi, ia harus bersaing dengan nama-nama yang sudah mulai diedarkan di kalangan Demokrat. Ada Tulsi Gabbard, anggota Kongres yang progresif, dan mantan Wapres Joe Biden, yang saat ini menempati peringkat pertama popularitasnya di Demokrat.
Biden mendapatkan rating popular 53 persen di antara semua pemilih untuk menuju pencalonan Pilpres 2020. Di internal Demokrat, Joe Biden mendapat dukungan 84 persen, atau mayoritas suara.
Juru bicara Hillary Clinton, atau Hillary belum memberikan komentar atas perkembangan ini. Hillary Clinton menjadi Menlu AS di masa kedua pemerintahan Barrack Obama.
Ia menjadi Lady First AS selama dua periode ketika suaminya, Bill Clinton menduduki jabatan puncak di Gedung Putih. Garis politik dasar Hillary Clinton ini sama seperti kalangan Demokrat lainnya.
Dalam politik luar negeri, Hillary termasuk tokoh yang agresif di Timur Tengah dan sangat pro-Israel. Di tangan Hillary, pasukan khusus AS menemukan Osama bin Laden lewat operasi rahasia di jantung wilayah Pakistan.
Hillary juga agresif terkait Arab Spring, yang melahirkan gerakan dan pemberontakan besar di berbagai negara jazirah Arab. Konflik berdarah di Suriah termasuk salah satu karya Hillary yang membantu meningkatkan kekuatan ISIS dan kelompok-kelompok pro Al Qaeda.
Tokoh lain yang bakal bertarung kembali adalah senator terkenal Bernie Sanders. Namun tokoh ini dicurigai memiliki kedekatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, isu sensitif yang menghantui politik AS.
Sementara tokoh muda Demokrat dari New York, Alexandria Ocasio-Cortez, juga masuk dalam radar kandidat potensial.
Cortez banyak menawarkan isu-isu popular seperti jaminan kesehatan, redistribusi pajak untuk kesejahteran dan lain-lain.(Tribunjogja.com. CNN/Sputniknews/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hillary-clinton_1.jpg)