Yogyakarta

PT AMI Akan Tingkatkan Pelayanan Trans Jogja

PT Anindiya Mitra Internasional (AMI) Yogyakarta, mulai mengintensifkan keluhan-keluhan dari masyarakat berkaitan dengan pelayanan Trans Jogja.

PT AMI Akan Tingkatkan Pelayanan Trans Jogja
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Setelah resmi mengelola Trans Jogja di awal tahun 2019, PT Anindiya Mitra Internasional (AMI) Yogyakarta, mulai mengintensifkan keluhan-keluhan dari masyarakat berkaitan dengan pelayanan Trans Jogja.

Direktur Utama PT AMI Yogyakarta, Dyah Puspitasari menerangkan jika untuk langkah awal pihaknya akan mulai mengetatkan kualitas bus Trans serta Sumber Daya Manusia.

"Kita tingkatkan dulu pelayanan, kalau ada keluhan, kita akan segera lakukan evaluasi dan tindakan. Untuk kualitas bus dan SDM juga kita ketatkan lagi. Kalau sudah seperti itu kita mau apa-apa enak. Kalau sekarang kita harus mulai dari awal," terangnya pada Tribunjogja.com.

Dyah menerangkan, berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana pendapatan dikelola oleh Dinas Perhubungan, untuk saat ini pendapatan langsung dikelola oleh PT AMI.

Selain itu, jika dulu tidak ada target, saat ini Trans Jogja menerapkan target.

Oleh karenanya, segala keluhan yang ada sebisa mungkin akan segera ditindaklanjuti.

Dia menerangkan, jika untuk tahun ini pihaknya menargetkan penambahan penumpang sebanyak 10-20%.

"Sekarang ada targeting, kalau dulu kita yang penting jalan, untuk push itu kan juga perlu waktu, itu butuh effort yang luar biasa," ungkapnya.

Berkaitan dengan rute yang sepi penumpang, Dyah menerangkan jika pihaknya akan melakukan pengkajian terlebih dahulu untuk melakukan perubahan.

Dia menjelaskan jika perlu rute tidak bisa dilakukan serta merta, perlu pengkajian dan ketentuan dari Dinas Perhubungan.

"Rute yang kurang penumpang, kita akan lakukan kajian terlebih dahulu. Karena untuk mengubah rute kita harus ada ketentuan dari dishub. Jadi ke Dishub dulu, nanti seperti apa. Mekanisme masih kita cari seperti apa pengajuan," katanya.

Dyah juga menerangkan jika sebenarnya sangat diperlukan penambahan-penambahan halte, dimana jarak ideal antar halte satu dengan yang lainnya adalah 500-1000 meter.

"Jarak halte satu dengan yang lain, ideal 500 - 1000 m, hanya saja ini masih kurang dan jauh dari itu. Sekarang ini, halte kita memang belum mengelola, masih dipinjami dulu. Untuk penambahan halte, kita jalan dulu seperti ini, sambil kita lihat dampaknya apa. Nanti kita evaluasi setelah itu, kebutuhan apa kita akan buat," ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved