Krisis Suriah

Jenderal Komandan Garda Republik Iran Kunjungi Suriah Selatan

Komandan Pasukan Garda Republik Iran, Jenderal Qassem Soleimani, dikabarkan mengunjungi wilayah selatan Suriah.

Sputniknews.com
Tiga prajurit Syrian Democratic Forces (SDF) yang berintikan gerilyawan suku Kurdi Suriah 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Komandan Pasukan Garda Republik Iran, Jenderal Qassem Soleimani, dikabarkan mengunjungi wilayah selatan Suriah

Kunjungan itu memicu reaksi Israel dengan menyerang Suriah secara bertubi-tubi, Minggu-Senin (19/20/2019). Informasi ini diwartakan koran Kuwait, Al Jarida, dikutip Sputniknews, Kamis (24/1/2019). 

Serangan udara Israel menyasar kawasan Bandara Internasional Damaskus. Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menyebut target mereka depot militer Iran.

Suriah Ancam Serang Bandara Tel Aviv, Israel Sukses Uji Coba Rudal Pencegat Misil Balistik

Pasukan Pertahanan Udara Suriah merontokkan sebagian besar peluru kendali yang diluncurkan Israel dari Laut Tengah maupun Lebanon. Sebagian kecil mencapai target yang diinginkan.

Serangan beruntun itu menewaskan sekurangnya 20 orang, terdiri prajurit Suriah dan warga sipil. Israel mengklaim sebagian besar korban tewas anggota pasukan Al Quds Garda Republik Iran yang ditempatkan di Damaskus.

Empat Tentara AS Tewas Dalam Serangan Bom di Kota Manbij Suriah

Atas serangan bertubi-tubi itu, Iran memperingatkan Israel, mereka bisa saja menggelar perang besar dengan negeri zionis. Pemerintah Damaskus mengancam jika Israel kembali menyerang, mereka akan membalas ke Tel Aviv.

Rusia lewat juru bicara Kemenlu, Maria Zakharova memperingatkan Israel agar berhenti melakukan serangan militer sepihak ke Suriah. Aksi-aksi itu memicu destabilitas kawasan dan melanggar kedaulatan negara Suriah.

“Solaimani mengunjungi sebuah pos lebih kurang 40 kilometer dari wilayah gencatan senjata di Dataran Tinggi Golan,” tulis Al Jarida. Kunjungan itu terjadi dua hari sebelum dua rudal mengarah ke Golan, yang dicegat sistem rudal kubah besi Israel.

Rekaman Mencekam Teriakan Pilot Israel Saat Kanopi Jet Tempur F-15 Tiba-tiba Terlepas di Udara

Israel menuduh, rudal itu diluncurkan pasukan Iran di Suriah. Soleimani menurut Al Jarida mengatakan, hanya ada satu jalan untuk bisa menghentikan serangan Israel ke Suriah. Yaitu menembakkan tiga rudal untuk setiap serangan rudal Israel.

Semua jet tempur Israel juga harus dicegah terbang mendekati wilayah Suriah. Dalam sebuah video yang dirilis Pasukan Pertahanan Israel (IDF), selain menyasar bangunan, serangan rudal Israel juga menghantam unit pertahanan udara Pantsir-1 milik Suriah.

Sistem pertahanan udara itu dipasok Rusia. Namun dari video yang dirilis IDF, terlihat unit Pantsir-1 itu dalam posisi tidak aktif. Terlihat dari peralatan radarnya saat terhantam rudal dalam posisi rebah.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, pasukan pertahanan Suriah sukses merontokkan 30 rudal jelajah dan bom berpemandu yang dilepaskan Israel. Selain menggunakan Pantsir-1, Suriah mengoperasikan system rudal penangkis Buk-2M produk Rusia.

Israel Punya Lima Senjata Paling Mematikan, Ada yang Mampu Tembakkan 600 Amunisi per Menit

Secara konsisten, Israel menuduh Iran menerjunkan pasukan Garda Republik berikut persenjataannya ke Suriah.

Iran dianggap menyiapkan serangan langsung ke wilayah Israel, dan menjadi alasan mereka untuk menyerang sasaran di Suriah.

Secara terbatas, aksi-aksi udara Israel ini diketahui militer Rusia, dan mendapat dukungan penuh Washington. Israel menghentikan operasi udaranya beberapa bulan lalu ketika serangan mereka ke Suriah berujung tertembaknya pesawat intai Rusia yang menewaskan 15 awaknya.

Peristiwa ini memicu kemarahan Rusia, yang langsung mengirimkan sistem rudal S-300 ke Damaskus. 

Sistem rudal canggih yang mampu menjangkau Israel ini siap beroperasi paling lambat bulan Maret 2019. (Tribunjogja.com/Sputniknews/ xna)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved