Mengenal Arthur Bing, Dokter Miliarder Asal Indonesia yang Sangat Dermawan di AS

Sebuah gedung Pusat Kanker di Ohio, AS diresmikan dengan menyandang namanya, "OhioHealth Arthur G. H. Bing, MD, Cancer Center" atau Bing Cancer Center

Tayang:
Editor: iwanoganapriansyah
IST/Asian American Commerce Group
Dr Arthur Bing, dokter dermawan yang juga miliarder di Amerika Serikat. Dr Bing berasal dari Bandung dan gelar dokternya dia dapatkan di Universitas Padjadjaran. 

TRIBUNJOGJA.COM - Namanya tak banyak dikenal di Tanah Air. Namun, di Amerika Serikat (AS) terutama di Ohio, nama Arthur Gan Hok Bing sangat dikenal sebagai seorang dokter yang dermawan.

Dokter asal Bandung ini ‘terpaksa’ merantau ke AS puluhan tahun lalu, dan kemudian mukim di sana bersama Hetty, isterinya.

Perihal dokter Bing ini layak kita amati, berhubung belakangan namanya makin moncer di AS.

Wanita Ini Tiba-tiba Tak Bisa Mendengar Suara Lelaki, Penyebabnya Stres Bekerja dan Kurang Tidur

Tahun lalu, misalnya, Bing meraih penghargaan tinggi dari Palang Merah AS (American Red Cross) sebagai 'Humanitarian of the Year 2018'.

Palang Merah AS merupakan organisasi swasta (bukan di bawah pemerintah), yang menggantungkan dana dan program kerjanya sepenuhnya dari sumbangan para donor dan relawan.

Korban Diskriminasi Rasial

Sebagaimana diceritakan Bing sendiri, ia dan istrinya pindah ke AS akibat diskriminasi rasial yang dialaminya di Indonesia pada tahun 60-an itu.

Tapi siapa nyana, justru ‘musibah’ itu kemudian membawa berkah baginya. Berkat perjuangan keras, karier Bing sebagai dokter menunjukkan hasil yang amat gemilang.

Ayah dua putri ini tidak saja berhasil jadi miliarder di sana, tetapi namanya pun makin berkibar sebagai ahli bedah plastik dan filantropis yang sangat dihormati berbagai kalangan di AS.

Bing Cancer Center di Ohio Amerika Serikat
Bing Cancer Center di Ohio Amerika Serikat ()

Satu di antara penghormatan luar biasa itu adalah ketika pada 1 November 2012 lalu, sebuah gedung Pusat Kanker di Ohio, AS diresmikan dengan menyandang namanya, "OhioHealth Arthur G. H. Bing, MD, Cancer Center."

Sebagai sebuah pencapaian terbesar Bing, fasilitas kesehatan mewah berlantai lima itu pun segera menjadi kebanggaan masyarakat negara bagian Ohio.

Dokter Bing menyumbang 2 juta dolar AS pada Pusat Kanker yang bernilai 10 juta dolar itu. Rupanya itulah sumbangan terbesar dari pribadi seorang dokter dalam sejarah kesehatan di Ohio.

Menurut wartawati kanal TV NBC4 Ellie Merritt, Bing datang ke AS sekitar 40 tahun lalu. Melalui program naturalisasi, Bing dan Hetty menjadi warga negara AS pada 1975.

Menurut Bing, dirinya merasa beruntung. "Istri saya, yang merupakan seorang penyintas kanker (cancer survivor) dan saya, sebagai ahli bedah plastik yang sering berurusan dengan penderita kanker, merasa sangat beruntung dan bersyukur (bahwa ini terwujud)," kata Bing kepada Merritt.

Rupanya, cobaan kanker yang dialami sang istri justru membuatnya kian gigih, dan makin semangat berjuang demi kemanusiaan.

Hanya beberapa tahun setelah sampai di Ohio, Hetty didiagnosa menderita kanker usus besar (colon cancer). Atas ijin Tuhan, melalui pengobatan para dokter di Ohio, Hetty selamat dari fatalnya serangan kanker.

Dan itulah yang menginspirasi sang ahli bedah plastik itu, sehingga ia jadi sangat peduli pada program penyembuhan tumor ganas.

"Dan sekarang ia membalas kebaikan-kebaikan yang dialaminya dengan hati terbuka," kata Merritt.

Menurut laman Bloomberg, dokter Bing telah menjadi Director Emeritus of Heartland sejak 22 April 2016, setelah sebelumnya menjabat sebagai direktur di situ sejak 1989 hingga 2016.

Sudah berpraktik di wilayah Columbus selama 40-an tahun, Dr. Bing juga dikenal sebagai pengusaha (entrepreneur) yang juga aktif dalam boards di berbagai organisasi, termasuk Palang Merah AS, dan Riverside Methodist Hospital, Ohio.

Pada tahun 2015, ayah dua putri itu juga menerima penghargaan Ohio Asian Awards, sebagai Honorary Chair.
Dokter Bing dianggap sebagai contoh terbaik imigran Amerika asal Asia (Asian-American) yang memberi kontribusi kepada warga AS asal Asia dan para imigran lain.

Alumnus Kedokteran Unpad

Sebenarnya Bing lahir dan dibesarkan di Bandung. Ia lulus Fakultas Kedokteran Unpad pada tahun 1965.

Sempat praktik sekitar empat tahun sebagai dokter, pada tahun 1969 Bing dan Hetty (yang juga seorang dokter) pindah dan bermukim di Ohio, AS.

"Saya dan isteri saya (Hetty) sama-sama dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung. Berhubung keterbatasan yang kami alami, kami pun memutuskan untuk pindah ke Amerika,” ujarnya.

Meski sudah lulus dokter umum selama empat tahun (1965-1969) di Indonesia, ketika datang ke Ohio pada 1969 dokter Bing harus memulainya dari awal lagi.

Dia harus mengikuti program internship lagi, yakni semacam tugas ko-asistensi (magang) di RS Riverside Methodist Hospital, Ohio.

"Ketika datang, Bing nyaris tidak punya apa-apa; boleh dibilang ia hanya punya sepatu di kakinya," kata seorang ahli bedah plastik kolega Bing, dr. Anne Taylor, yang mengenal Bing ketika bekerja sebagai intern di RS.

“Tapi ia bekerja sangat keras, dan melakukan residency lagi di Rumah Sakit,” tambah Taylor.

Change 4 Berhasil Kirim Pemandangan di Sisi Terjauh Bulan

Setelah bekerja di RS selama enam tahun sebagai ahli bedah umum dan ahli bedah plastik, akhirnya Bing bisa membuka praktik sebagai dokter.

Jadi Teladan Palang Merah

Akan halnya penghargaan dari Palang Merah AS itu, dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Juli 2018 lalu, dijelaskan bahwa American Red Cross menghargai Arthur Bing sebagai filantropis dan relawan yang patut menjadi teladan.

"Dokter Arthur Gan Hok Bing sangatlah penting artinya bagi perwujudan kepedulian pada pasien (patient-care) yang berkualitas, yang memberi dampak positif bagi negara bagian Ohio dan seluruh dunia," demikian alasan Palang Merah AS.

Sejak 2013 lalu, dalam usia 75 tahun Bing pensiun, setelah praktik pribadi selama 38 tahun. (SYAFIQ BASRI ASSEGAFF)

.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dokter Arthur Bing, Miliarder dan Ahli Bedah Plastik Top Amerika Asal Indonesia"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved