Bisnis

Daya Tarik Kota Yogyakarta Masih Menjadi Magnet Industri Perhotelan

Saat ini PHRI DIY juga masih berkonsentrasi untuk terus menambah long stay atau lama menginap bagi wisatawan baik nasional maupun mancanegara.

Tayang:
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Gaya Lufityanti
Tribun Jogja/ Siti Umaiyah
Wisatawan memadatai Taman Pintar Yogyakarta, Selasa (25/12/2018). Selama libur Natal dan tahun baru, dalam sehari kunjungan wisatawan mencapai 10 ribu pengunjung. 

TRIBUNJOGJA.COM - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istidjab M Danunagoro mengatakan beroperasinya bandara baru NYIA di Kulon Progo akan mampu mendongkrak okupansi hotel di Kota Yogyakarta.

“Kami optimis beroperasinya bandara baru di Kulon Progo menjadi angin segar untuk industri perhotelan di Yogyakarta,” kata Istidjab kepada Tribunjogja.com, Kamis (27/12/2018).

Dengan operasionalnya bandara, Istidjab juga melihat ceruk pasar akan adanya peluang untuk tumbuhkan hotel di kawasan paling barat Yogyakarta itu, diungkapkan ada sejumlah investor yang siap menanamkan investasinya, meski masih menunggu kesiapan bandara.

Baca: Rasakan Iga Sapi Jumbo Bumbu Khas Bali di The Captain Resto

“Sudah ada yang berminat, namun masih dalam tahap konsultasi dulu sekaligu. Para investor wait and see sejauhmana kemajuan pembangunan bandara dan infrastrukturnya,” ungkapnya.

PHRI DIY, kata Istidjab juga mendorong jika ada investor yang berminat karena keberadaan hotel bintang di kawasan bandara akan mendukung pertumbuhan perekonomian sekaligus menjadi multiplier effect pembangunan bandara di wilayah Kulon Progo dari sisi fasilitas wisata.

Namun ketika ditanya, apakah dengan adanya rencana pembangunan hotel di Kulon Progo akan memakan pasar hotel di Kota Yogyakarta dan Sleman, Istidjab mengaku hal tersebut tidak akan terjadi bahkan sebaliknya, akan ada pemerataan fasilitas wisata di DI Yogyakarta.

Menurut Istidjab, berkaca ketika pembangunan bandara internasonal Soekarno Hatta di Cengkareng, butuh waktu 20 tahun untuk menghidupkan wilayah sekitar bandara dengan keberadaan hotel di kawasan tersebut.

Baca: Hariyadi Minta Masyarakat Tidak Buru-buru Menjudge Soal Pencabutan Moratorium Hotel

Pasalnya magnet utama tetap Ibukota Jakarta yang makin banyak pembangunan hotel.

Lebih lanjut, seperti halnya Jakarta, pembagunan bandara tentu saja akan diimbangi infrastruktur pendukung lainnya, termasuk moda transportasi penghubung antara wilayah, seperti kereta komuter dan bus yang tentu saja semakin memudahkan wisatawan untuk menuju pusat kota.

“Saya rasa begitu juga dengan Jogja. Ketika wisatawan datang ke Jogja tujuan utamanya ya Keraton, Malioboro, Prambanan karena daya tarik Jogja adalah di pusat kotanya,” kata Istidjab.

“Bahkan ketika sudah matang pembangunan bandara di Kulon Progo, masih banyak investor yang mengincar Kota Jogja dan Sleman padahal sudah kami arahkan ke Kulon Progo, mereka ternyata belum tertarik,” ungkapnya.

Meski demikian Istidjab berharap Kulon Progo bisa lebih cepat berbenah baik dari sisi infrastruktur maupun pengembangan potensi wisata untuk kemajuan daerah.

Baca: Musim Liburan Akhir Tahun, PHRI Sleman Sebut Okupansi Hotel Hampir Mencapai 100 Persen

“Mungkin paling cepat butuh waktu lima tahun investor cepat atau lambat akan membidik Kulon Progo,” ujarnya.

Untuk saat ini PHRI DIY juga masih berkonsentrasi untuk terus menambah long stay atau lama menginap bagi wisatawan baik nasional maupun mancanegara, karena rata-rata lama menginap di Yogyakarta hanya 1,5 hari masih ketinggalan jauh dengan Bali yang lama menginap rata-rata 4 hari.

Menurut Istidjab, daya tarik wisata di Yogyakarta hampir semuanya hanya ada di siang hari sehingga tidak heran jika Yogyakarta oleh para wisatawan mancanegara hanya transit untuk melihat keindahan alam dan warisan budaya kemudian kembali ke Bali untuk menikmati malam.

“Kekurangan Jogja dengan Bali karena Jogja masih sangat minim dengan hiburan malam yang menjadi alasan para pelancong memperpanjang menginap. Satu-satunya daya tarik wisata malam di Yogyakarta hanyalah Sendratasi Ramayana,” kata Istidjab.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved