Breaking News:

Polresta Yogyakarta Akan Tindak Tegas dan Tilang Motor dengan Knalpot Blombongan

Pihak Polresta Yogyakarta akan melakukan tilang bagi pengendara motor yang memasang knalpot blombongan.

Kompas.com
Ilustrasi Pemusnahan knalpot blombongan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polresta Yogyakarta menerima banyak aduan masyarakat terkait konvoi motor blombongan di wilayah hukum Yogyakarta.

Menanggapi aduan tersebut, Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini, mengatakan pihaknya akan melakukan tilang bagi pengendara motor yang memasang knalpot blombongan.

"Banyak itu aduan dari masyarakat. Knalpot seperti itu (blombongan) kan suaranya sangat keras, suaranya sangat mengganggu. Di jalan itu kan juga ada masyarakat yang sakit, ada yang beribadah. Jadi dengan suara seperti itu kan mengganggu yang istirahat, yang berdoa juga tidak khusyuk," katanya, Sabtu (5/1/2019).

"Nah knalpot seperti itu kan tidak sesuai dengan undang-undang lalu lintas. Tentu kita lakukan penindakan yang sesuai, yaitu tilang. Bagi yang tidak bisa menunjukkan STNK, ya kendaraannya nanti yang jadi barang bukti. Kalau ada STNKnya nanti STNK yang jadi barang bukti," sambungnya.

Tidak hanya melakukan penilangan, pihaknya juga meminta pengendara untuk melepas knalpotnya, dan knalpot tersebut juga tidak boleh dibawa pulang.

"Kalau hari biasa kan tidak kelihatan, kalau saat kampanye itu baru mereka pasang. Untuk memasang knalpot itu kan cepat sekali, cuma berapa baut saja sudah bisa terpasang. Nah mereka yang pasang, mereka juga yang copot. Tidak boleh boleh dibawa pulang, biar pake knalpot standar," lanjutnya.

Ia menilai pengendara berknalpot blombongan melakukan kecurangan.

Menurutnya sangat tidak adil, ketika pengendara menggunakan penutup telinga sementara orang lain dipaksa mendengarkan.

"Mereka kan pakai penutup telinga, berarti kan mereka sendiri juga sebenarnya tidak mau mendengarkan. Nah itu kan berarti curang, mereka pakai penutup telinga, yang lain kan tidak. Suara knalpot itu kan mengintimidasi," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved