Tsunami Selat Sunda
Sama-sama Main Bass, Ini Sosok Bani Seventeen di Mata Erix Soekamti
Kabar meninggalnya M Awal Purbani membawa duka mendalam bagi keluarga. Tak terkecuali rekan sesama pemain band yang berdomisili di Yogyakarta.
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Kabar meninggalnya M Awal Purbani atau biasa disebut Bani memang membawa duka mendalam bagi keluarga. Tak terkecuali rekan sesama pemain band yang berdomisili di Yogyakarta.
Turut hadir mengantarkan almarhum menuju tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Wismoloyo, Gamping Tengah, Ambarketawang, Gamping, Sleman, DIY, Erix Soekamti mengenang kedekatan dirinya bersama Bani.
Seperti diketahui, keduanya memiliki kesamaan yakni sama-sama memegang instrumen bass pada bandnya masing-masing.
"Kita sama-sama main bass, kita sempat pinjam alat, tukeran alat itu hal biasa waktu dulu kita masih sering jadi satu," kata Erix saat ditemui media usai prosesi pemakaman, Senin (24/12/2018).
Baca: Jenazah Windu Andi Darmawan Ditemukan, Ifan Seventeen : Ternyata Allah Lebih Sayang Kowe
Baca: Kiki The Potters Kabarkan Drummer Seventeen Ditemukan Meninggal, Istri Ifan Belum Diketahui
Kedekatan Erix maupun bandnya yakni Endank Soekamti bersama Bani maupun Seventeen sudah terjalin sangat erat dan lama.
Erix membeberkan bahwa dirinya sempat numpang hidup bersama Seventeen saat dirinya tengah merintis band dan belum memiliki basecamp sendiri.
"Endank Soekamti cukup dekat dengan Seventeen, bahkan dulu kita pernah satu rumah. Sebelum aku punya sendiri aku sempet numpang di basecamp Seventeen hampir 1 tahun," tutur Erix.
Bahkan keduanya juga tak jarang turut berkompetisi secara fair dalam mengembangkan karir bermusik mereka lewat radio kala itu.
Baca: Bani Seventeen Dimakamkan di TPU Wismoloyo Gamping Tengah
Baca: Kabar Tentang Keberadaan Istrinya Keliru, Ifan Seventeen Sedih dan Kecewa
"Kita teman satu angkatan satu perjuangan, kita ngajuin demo bareng, saingan request di radio bareng dan itu aku masih ingat bagaimana perjuangannya," jelasnya.
Kabar meninggalnya pemain band Seventeen tersebut tentu menjadi pukulan yang cukup berat bagi dirinya.
"Kebetulan pas kejadian kan saya juga manggung di Surabaya, kita bilang, wah kita hujan lebat nih, terus salah satu teman kita yang di sana (Pantai Carita) sebelum kejadian itu juga kasih kabar kalau juga kena gelombang, ternyata setelah beberapa waktu saya scroll-scroll timeline dan banyak yang mention ternyata kok malah kejadian ini," ungkap Erix.
Baca: Hingga Pukul 14.00 WIB, Tim Gabungan Temukan 222 Jenazah, 185 di Antaranya Sudah Teridentifikasi
Bahkan terkait kabar gelombang tsunami yang menimpa band Seventeen, dirinya sempat tak bisa tidur semalaman dan tak menyangka bahwa Bani turut menjadi korban.
"Ya tentu cukup terpukul sekali mendengar kabar seperti ini," lanjutnya.
Meski akhir-akhir ini, keduanya sudah jarang bertemu namun beberapa kali keduanya maupun secara band kerap berhubungan melalui pesan elektronik.
"Kita sudah terpisah kurang lebih 5 tahun jadi kadang kita ketemunya ya waktu main satu panggung, malah ketemu di bandara atau di acara teman sama waktu lebaran di Yogyakarta aja biasanya," pungkasnya. (tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sama-sama-main-bass-ini-sosok-bani-seventeen-di-mata-erix-soekamti.jpg)