Pasar Keroncong Kotagede 2018

Pasar Keroncong Jadi Pintu Masuk Wisata Kotagede

Ketua Pasar Keroncong Kotagede 2018, M Alfan Farhan mengungkapkan PKK hanyalah sebuah sarana membangun kreasi masyarakat muda di Kotagede.

Pasar Keroncong Jadi Pintu Masuk Wisata Kotagede
Tribun Jogja/Agus Wahyu
Penggagas Pasar Keroncong Kotagede, M Natsir bersama Ketua Dinas Pariwisata DIY, Rose Sutikno SH MM, dan dua pelaku musik keroncong Kotagede saat jumpa media di nDe Luweh Kotagede, Kamis (13/12/2018).   

TRIBUNJOGJA.COM - Ketua Pasar Keroncong Kotagede (PKK) 2018, M Alfan Farhan menjelaskan, Pasar Keroncong hanyalah sebuah sarana membangun kreasi masyarakat muda di Kotagede.

Sambil belajar mengenal musik keroncong, diharapkan akan tumbuh kecintaan pada musik keroncong, dimana di Kotagede banyak master-master keroncong yang telah mendunia.

Sebut saja, master keroncong Subarjo HS, yang berungkali menyabet penghargaan sebagai penyanyi keroncong tingkat nasional.

Selain itu, menurut Alfan, even PKK ini sebagai pintu bagi masyarakat luas untuk mengenal lagi Kotagede sebagai kota yang menyimpan berjuta cerita berkehidupan masyarakat yang khas, baik sejarah maupun masa kini, karena menjadi kawasan heritage budaya sebagai peninggalan pusat peradaban masa Kerajaan Mataram.

“Banyak yang bisa dilihat dan dirasakan orang ketika datang ke Kotagede. Kami hanya membuka pintu melalui even Pasar Keroncong, agar orang datang ke Kotagede bisa melihat langsung beberapa peninggalan sejarah Mataram, rumah-rumah tradisional dengan kehidupan masyarakat yang khas. Termasuk, soal makanan khas Kotagede yang bisa dilihat secara langsung pengunjung, misalnya pembuatan roti kembang waru, kipo, yangko, ketika menyusuri kampung-kampung Kotagede,” jelas Alfan.

Karena itu, Alfan berharap, PKK ini bisa menarik orang-orang datang ke Kotagede sebelum perhelatan musik keroncong.

Sekali lagi, Pasar Keroncong hanyalah di antara pintu bagi pengunjung untuk mengenal kawasan wisata dan kekhasan budaya di Kotagede.

Baca: Pasar Keroncong Kotagede 2018, Bukan Sekadar Pertunjukan

Tak beda perhelatan PKK tahun-tahun sebelumnya, ada tiga panggung yang akan menjadi tempat penampilan sejumlah orkes keroncong. Yakni, Panggung Loring Pasar Kotagede, Panggung Sopingen, dan Panggung Kajengan di kampung Trunojayan.

Sejumlah musisi dan penyanyi keroncong, juga kelompok musik keroncong akan tampil di PKK tahun ini, diantaranya Kos Atos (Malang), Orkes Pecas Ndahe (Solo), SD Muhammadiyah Kleco feat Subarjo HS, Kroncong Agawe Santosa, OK Dewa Dewi, OK Kidung Etnosia, Violet Keroncong (UNY), OK Sorlem, OK Sinar Nada, OK Jenak Semanak, OK Depasko, OK Pelipur Lara, dan Komunitas Keroncong Nusantara.

“Selain itu, kami juga menyediakan areal kuliner jajanan tradisional selama acara berlangsung di Wetan Kanthil, areal penghubung venue Panggung Kajengan ke Panggung Sopingen, juga Panggung Loring Pasar. Kuliner tradisional ini dikelola masyarakat setempat, termasuk pembuatan seluruh venue melibatkan masyarakat Kotagede,” terangnya.

Selamat datang ke Kotagede, selamat menikmati sajian orkes keroncong di Pasar Keroncong Kotagede 2018. Selamat menikmati eksotisme Kotagede sebagai Kota Kawasan Heritage Budaya. (tribunjogja)

Penulis: ayu
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved