Kota Yogya

AJI Yogyakarta: Belum Ada Perlindungan Jurnalis yang Ungkap Kasus Korupsi

AJI Yogyakarta: Belum Ada Perlindungan Jurnalis yang Ungkap Kasus Korupsi di Indonesia

AJI Yogyakarta: Belum Ada Perlindungan Jurnalis yang Ungkap Kasus Korupsi
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Bambang Muryanto (paling kanan), salah satu anggota AJI Yogyakarta, Senin (10/12/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM - Menjelang akhir masa kepemimpinan pemerintahan Jokowi-JK, Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta memberikan catatan khusus. Terutama terkait dengan perlakuan terhadap jurnalis.

Bambang Muryanto dari AJI Yogyakarta menyatakan jurnalis belum memiliki perlindungan hukum yang kuat dalam hal mengungkap sebuah kasus korupsi.

"Mereka masih bisa dituntut dan diancam," kata Bambang di Silol Cafe Yogyakarta, Senin (10/12/2018).

Ia bahkan mengklaim 50 persen kasus ancaman terhadap wartawan karena pemberitaan tidak pernah tuntas pengusutannya.

Salah satu kasus yang Bambang angkat adalah polemik dokumen "Buku Merah" yang dipublikasikan oleh IndonesiaLeaks. AJI, sebagai salah satu pendirinya, digugat karena pemberitaan tersebut.

Baca: Direktur PUKAT UGM : Visi-Misi Kedua Kandidat Capres Belum Serius Berantas Korupsi di Indonesia

"Padahal seharusnya whistleblower harusnya dilindungi, bukan dikriminalisasi," ujar anggota Majelis Etik Nasional AJI ini.

Ia pun berharap ada perubahan besar dalam penanganan korupsi. Terutama menjelang Pilpres 2019, di mana kedua calon bisa memasukkan agenda pemberantasan korupsi dalam visi-misinya.

Bambang terutama ingin ada upaya dan terobosan di sisa masa jabatan Jokowi-JK.

"Sebab tidak ada perbaikan signifikan dalam 4 tahun terakhir," jelas Bambang. (tribunjogja)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved