Ukraina Minta Seluruh Negara Bersatu Hadapi Ancaman Militer Rusia

residen Ukraina mengklaim punyai bukti tank Rusia sudah berjejer di wilayah perbatasannya. Dia minta semua negara bersatu menghadapi agresi Rusia

Editor: iwanoganapriansyah
IST/AFP/ANTONOV
Tank-tank Rusia berparade di akhir latihan militer Vostok 2018 

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengklaim mempunyai bukti tank Rusia sudah berjejer di wilayah yang dekat dengan perbatasannya.

Kepada Sky News seperti dilansir Jumat (30/11/2018), Poroshenko menunjukkan foto-foto yang diambil dari udara dan menunjukkan keberadaan tank tersebut.

"Ini adalah foto tank yang berbaris 18 kilometer di perbatasan kami. Foto ini diambil pada September, Oktober, dan saat ini," bebernya.

Presiden yang menjabat sejak 2014 itu berujar, lokasi tank itu berkumpul juga menjadi tempat Rusia menempatkan amunisi hingga sistem peluncur roket multifungsi.

Dengan fakta yang dipaparkan Poroshenko berkata dia siap untuk melindungi negaranya, dan menyatakan saat ini dunia tak percaya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dia menggunakan kesempatan wawancara tersebut untuk meminta bantuan kepada negara Barat dan komunitas internasional lainnya.

"Putin tidak melihat batas. Karena itu menurut saya, sudah saatnya bagi seluruh dunia bersatu. Tidak hanya pemimpin. Namun juga rakyatnya," tuturnya.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko melihat uji coba misil oleh militer Ukraina beberapa waktu lalu
Presiden Ukraina Petro Poroshenko melihat uji coba misil oleh militer Ukraina beberapa waktu lalu (IrishTimes)

Komentar Poroshenko terjadi setelah Rusia menembak dan menahan tiga kapal perang Ukraina yang melintas di Selat Kerch, Laut Azov, Minggu (25/11/2018).

Moskwa menuduh tiga kapal itu sudah melanggar wilayah perairan mereka, dan memutuskan untuk memblokade selat dan menolak melepaskan para pelaut Ukraina yang ditahan.

Poroshenko mengeluhkan penangkapan para pelaut itu seperti tawanan perang, dan mendesak Putin segera membebaskan mereka beserta kapal-kapalnya.

Kiev membantah mereka telah melanggar wilayah Rusia, dan menyatakan dua pelabuhan mereka di Laut Azov diblokade oleh Kremlin.

Poroshenko menjelaskan Rusia tengah "mencekik" Ukraina karena 40 persen produk mereka diekspor melalui pelabuhan di Laut Azov.

"Ini adalah cara lain Rusia melakukan embargo terorganisasi. Ini merupakan bagian dari perang hibrid yang dilakukan mereka kepada kami," kecamnya. (Ardi Priyatno Utomo)

.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tank Rusia Disebut Sudah Berkumpul di Perbatasan Ukraina".

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved