Sleman
KSP Brama Muda Sukses Tembus Lima Besar Komunitas Peduli Sampah Terbaik di Indonesia
KSP Brama Muda Sukses Tembus Lima Besar Komunitas Peduli Sampah Terbaik di Indonesia
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Brama Muda yang terletak di wilayah Dayaka, Sardonoharjo Ngaglik Kabupaten Sleman menjadi satu dari lima komunitas peduli sampah terbaik di Indonesia.
KSM Brama Muda dipilih berdasarkan inovasinya dalam mengelola sampah dan dapat menjual pupuk kompos hasil olahan sampah ke pemerintah sekaligus masyarakat.
Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kasubdit Perencanaan Teknis Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ditjen Cipta karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Prasetyo.
KSM Brama Muda berhasilkan menyisihkan sekitar 900 KSM yang ada di seluruh Indonesia.
Empat terbaik lainya berasal dari Bali, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimatan Selatan. Atas prestasi tersebut kementerian PUPR menghadiahkan satu unit sepeda motor roda tiga dengan bak terbuka.
"Terkait penilaiannya, kami kedepankan yang memiliki inovasi dan kreativitas. Jadi tidak hanya sekedar mengelola sampah, karena itu sudah banyak. Tapi mereka dapat nilai lebih karena komposnya dibeli oleh Dinas Lingkungan Hidup. Saya yakin ini juga merupakan bentuk KSM ini utk mendapatkan pengakuan bahwa kompos yang dihasilkan punya kualitas baik," terangnya.
Baca: BKKBN DIY Resmikan Rumah Data Kependudukan di Pengasih
Selain itu, terkait KSM Brama Muda juga berhasil membuat tempat pengelolaan sampah menjadi wisata edukasi.
Menurut Prasetyo, jika banyak sekolah banyak datang untuk belajar maka semakin tinggi pula pemahaman generasi muda dalam mengelola sampah yang baik sekaligus peduli terhadap sampah dan lingkungannya.
Prasetyo pun mengapresiasi DLH Kabupaten Sleman yang telah membeli kompos yang dihasilkan oleh KSM Brama Muda.
Karena menurutnya, banyak KSM yang menghasilkan kompos tapi tidak tahu akan dijual ke mana. Ketika hal itu terjadi, maka semangat warganya akan hilang dan operasionalnya akan mati.
Dengan apa yang dilakukan KSM Brama Muda, Prasetyo pun optimis bahwa komunitas peduli sampah ini dapat bertahan dan terus mengembangkan usahanya. (tribunjogja)