Bantul

Bupati Bantul Tegaskan Tak Akan Intervensi Terkait Jabatan Sekda Terpilih

Helmi Jamharis pun mendapatkan nilai tertinggi dalam proses lelang terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama ini.

Bupati Bantul Tegaskan Tak Akan Intervensi Terkait Jabatan Sekda Terpilih
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul, Suharsono, mengaku tak akan melakukan intervensi terkait hasil lelang jabatan sekretaris daerah.

Sebelumnya telah dilakukan seleksi dari para pendaftar yakni Asisten I bidang pemerintahan sekda Bantul Helmi Jamharis, Kepala Inspektorat Bantul Hermawan Setiaji, Kepala Disperpautkan, Pulung Haryadi dan Assisten II bidang perekonomian dan pembangunan Sekda Bantul, Bambang Guritno.

Helmi Jamharis pun mendapatkan nilai tertinggi dalam proses lelang terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama ini.

Terkait hal tersebut, Suharsono tetap akan menyerahkan prosesnya sesuai aturan dan tak menggunakan hak prerogatifnya.

"Tidak, saya tidak mengajukan satu nama. Saya sudah sesuai aturan. Asesmen dari tim provinsi, saya tidak intervensi," kata Suharsono, Minggu (25/11/2018) sore.

"Walaupun itu hak prerogatif saya, tapi saya tidak memilih," imbuhnya.

Ia menyerahkan hasil sepenuhnya pada panitia seleksi.

"Siapa yang terbagus, (nilai) yang tertinggi itulah yang dipilih. Walaupun sebetulnya saya yang lebih dekat secara emosional yang nomer tiga misalnya. Tapi saya tidak, hasilnya yang paling bagus siapa," jelasnya.

"Kalau itu nomer satu ya yang nomer satu. Saya biasakan itu. Hasilnya harus obyektif, dan normatif. Saya tidak intervensi. Silakan, fairplay," tegasnya.

Sementara itu, Helmi Jamharis mengatakan dirinya siap mengemban amanah jika terpilih menjadi sekda.

"Semua otoritas ada di Bupati. Memang dari pengumuman saya dapat posisi tertinggi. Tapi tidak serta merta Bupati bisa melaksanakan pelantikan karena ada proses yang ditempuh," kata Helmi ditemui di sela acara peresmian desa tangguh bencana di Lapangan Tulung, Srihardono, Pundong, Bantul, Minggu (25/11/2018) siang.

Menurutnya, masih ada proses yang perlu ditempuh sebelum pelantikan sekda terpilih. Di antaranya yakni mendapatkan rekomendasi dari gubernur dan rekomendasi dari komisi aparatur sipil negara (KASN) yang ada di Jakarta.

"Kalau diklarifikasi kapan ada pelantikan kami juga belum mengetahui. Tetapi prinsipnya, kalau memang pemerintah memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengemban tugas yang berat itu ya insyaallah akan kami laksanakan," papar Helmi. (*)

Penulis: amg
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved