Agenda Jogja Hari Ini

BI DIY Fasilitasi Pameran UMKM Premium

Grebeg UMKM merupakan pameran UMKM yang terdiri dari produk premium dari para pelaku UMKM di wilayah DIY.

BI DIY Fasilitasi Pameran UMKM Premium
istimewa
Pamflet Grebek UMKM yang akan diadakan oleh BI KPw DIY 23-25 November mendatang. 

TRIBUNJOGJA.COM - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) DIY bakal melangsungkan kegiatan Grebeg UMKM di Balai Shinta, Gedung Wanitatama, Yogyakarta pada 23-25 November mendatang.

Kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya juga diadakan even serupa pada 2017 lalu dalam peningkatan kapasitas serta mendorong pengembangan UMKM yang berkualitas.

Seperti diketahui, bahwa porsi UMKM di DIY saat ini terbilang merupakan terbesar yakni mencapai 98,4%.

Dengan kegiatan ini, diharapkan selain bertujuan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal juga sebagai upaya BI dalam memberdayakan para pelaku UMKM.

Kepala KPw BI DIY, Budi Hanoto menyatakan, Grebeg UMKM merupakan pameran UMKM yang terdiri dari produk premium dari para pelaku UMKM di wilayah DIY.

Kali ini tema yang diangkat adalah 'Jogja Sambut Bandara Baru: Menembus Pasar Dunia Tanpa Batas' yang nantinya akan diikuti oleh kurang lebih sebanyak 50 UMKM dan terbagi kedalam tiga kelompok, yaitu kategori fashion, craft dan food.

"Sebelumnya kita juga telah mengadakan kurasi untuk produk-produk yang akan ikut serta. Dalam kegiatan ini semua difasilitasi oleh BI dan peserta tidak dipungut biaya," kata dia lewat keterangan resmi yang diterima Tribunjogja.com, Selasa (20/11/2018).

Baca: Masuk Musim Hujan, Kulon Progo Akhiri Masa Tanggap Darurat Kekeringan

Budi melanjutkan, dalam tiga hari pelaksanaannya, Grebek UMKM akan diisi dengan berbagai macam acara seperti seminar, talkshow, pengenalan digital marketing dan pembiayaan perbankan, coaching clinic serta bermacam lomba.

"Disamping itu, dalam setiap hari pelaksanaannya kami juga mengangkat pembahasan yang berbeda. pariwisata di hari pertama, digital marketing dan e-commerce hari kedua, dan halal lifestyle pada hari ketiga," sambung dia.

Baca: Jual Ponsel Mi8 Lite hanya 1 Poundsterling, Xiaomi Panen Kritikan di Inggris

Ketiga sub-tema yang diangkat itu, kata dia, merupakan pertimbangan yang dilihat akibat dari perkembangan teknologi digital yang semakin luas dan telah terbukti dapat memberikan dampak yang positif bagi UMKM.

"Pemanfaatan e-commerce sebagai basis pemasaran kami lihat juga semakin kompetitif dibanding yang konvensional. Disamping itu, gaya hidup dan pariwisata halal juga menunjukkan potensi yang bagus dikalangan wisatawan lokal dan asing, sehingga memberikan peluang tersendiri bagi pelaku usaha," jelasnya.

BI berharap program pembinaan yang berkesinambungan ini mampu membuat pelaku usaha lebih bersaing dalam perubahan di era digital, berkembang ditengah mandatory jaminan produk halal di 2019, serta terhubung dengan konsep halal tourism dan lifestyle, dan juga mampu menghadapi tantangan pasar dunia tanpa batas dan lebih export oriented. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved