Festival Sate Klatak, Kenalkan Kuliner Khas Bantul ke Kancah Dunia
Festival yang baru pertama kali dilakukan di Bantul ini menghadirkan 57 peserta. Mereka berlomba untuk menyajikan kuliner sate klatak
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Siang itu, langit pantai Parangkusumo cerah. Sinar matahari bersinar terik, ketika asap sisa pembakaran mengepul pekat dari balik tenda yang berjajar rapi.
Pekatnya kepulan asap dan terik sinar matahari pantai, membuat tubuh cepat berkeringat. Kondisi macam itu, nyatanya tak membuat surut ratusan orang untuk bergerombol memadati setiap stand di area pantai Parangkusumo.
Mereka asik menyaksikan festival sate klatak de Paris.
Festival yang baru pertama kali dilakukan di Bantul ini menghadirkan 57 peserta. Mereka berlomba untuk menyajikan kuliner sate klatak yang memiliki cita rasa gurih, enak dan empuk. Tentu disusul pula dengan plating ataupun penyajian yang menarik.
Baca: Unggulkan Desain Kekinian dan Cerah, Datsun Optimistis dengan GO-Live
Baca: Hasil MotoGP Valencia 2018 - Dovizioso Menang, Rossi Jatuh, Marquez dan Vinales Gagal Finis
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan festival sate klatak de paris sengaja digelar dalam upaya untuk membranding kuliner asli Bantul.
Dengan adanya festival ini, menurut Kwintarto dunia akan lebih meyakini dan mengenal sate klatak benar-benar merupakan makanan khas dari Bumi Projotamansari.
"Harapannya, sebagai makanan khas Bantul, sate klatak bisa terkenal di kancah Nusantara bahkan bisa taraf Internasional," kata Kwintarto, Minggu (18/11/2018)
Sate klatak sendiri sebenarnya hampir sama dengan sate-sate pada umumnya. Bahan dasarnya menggunakan daging kambing. Yang sedikit membedakan, sate klatak tidak ditusuk dengan bambu ketika dibakar, melainkan memakai jeruji sepeda.
Proses penyajiannya pun cukup sederhana, bukan menggunakan sambal bawang kecap. Namun dengan kuah gulai.
Baca: Wow, Ada Festival Sate Klatak de Paris di Bantul
Baca: Jogja Kreatif Dekatkan Keluarga
Menariknya, festival sate klatak bukan hanya diikuti oleh para pedagang sate profesional. Namun, ada juga kelompok ibu PKK dan Pelajar/Mahasiswa.
Menurut Kwintarto, semaraknya kelompok dari berbagai kategori yang ikut dalam festival ini, menjadi satu bukti bahwa sate klatak merupakan kuliner yang sangat membumi di Bantul.
"Siapapun bisa membuat dan siapaun bisa menikmati sate klatak," jelasnya.
Seperti halnya lomba kuliner pada umumnya. Festival sate klatak dinilai dari keenakan rasa, plating (penyajian) dan kekompakan kostum.
Salah satu peserta dari kategori pedagang profesional, Endang Dwi Astuti mengungkapkan, festival sate klatak sangat bagus. Sebagai ajang untuk promosi, menunjang penjualan dan sekaligus sarana untuk mengenalkan kuliner khas Bantul ke seluruh daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/festival-sate-klatak-kenalkan-kuliner-khas-bantul-ke-kancah-dunia.jpg)