Ekonomi

BI Imbau Pelaku Usaha Waspadai Kenaikan Suku Bunga Acuan

Bank Indonesia Imbau Pelaku Usaha di Yogyakarta Waspadai Kenaikan Suku Bunga Acuan

BI Imbau Pelaku Usaha Waspadai Kenaikan Suku Bunga Acuan
Tribun Jogja/ Yosef Leon Pinsker
Konsumen menukarkan mata uang dolarnya di gerai penukaran mata uang asing Mulia Bumi Arta, Jumat (16/11). Kenaikan suku bunga acuan oleh BI kembali menguatkan nilai tukar rupiah terhadap USD dan membuat volume transaksi penukaran mata uang dolar di sejumlah money changer meningkat. 

TRIBUNJOGJA.COM - Bulan ini Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI 7- day repo rate sebesar 25 bps menjadi 6 persen.

Saat ini, jika diakumulasikan secara keseluruhan mulai dari rentang September-November ini, bunga acuan telah naik sebanyak enam kali dengan total 175 bps.

Bank sentral beralasan keputusan tersebut diambil guna mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan global, menahan volatilitas nilai tukar, serta menekan defisit neraca transaksi berjalan.

"Di samping itu, kenaikan tersebut juga merupakan langkah untuk memperkuat ketahanan eksternal dan menjaga stabilitas kurs rupiah, sekaligus juga sebagai upaya menarik penanaman dalam aset rupiah," kata Kepala Perwakilan BI DIY, Budi Hanoto kepada Tribun Jogja, Jumat (16/11/2018).

Baca: Pajak Hotel, Restoran, Hiburan, dan Parkir di Kota Yogya Dibayarkan secara Online

Setiap daerah, dilanjutkan Budi, tentunya akan memberi respon yang berbeda terhadap kenaikan tersebut terutama DI. Yogyakarta. Hal itu akan disesuaikan pula dengan keadaan ekonomi domestik, perkembangan dunia usaha, serta beberapa saluran lain.

Dijelaskan Budi, terkhusus dalam dunia perbankan DIY kenaikan bunga acuan tidak serta-merta akan diikuti pula oleh bank-bank tersebut dengan menaikkan suku bunganya.

"Hal itu akan disesuaikan perbankan dengan kondisi keuangan masing-masing," tambah dia.

Pada suku bunga deposito perbankan, diharapkan secara terukur akan mampu menyesuaikan suku bunga deposit dan tabungan searah dengan policy rate.

"Kami perkirakan sejauh ini dunia usaha belum akan terpengaruh, tapi perlu siaga merekalkulasi aspek keuangan bisnisnya dalam jangka menengah," jelas dia. (tribunjogja)

Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved