Sleman

Kasus Hamil di Luar Nikah Tinggi Jadi Pemicu Utama Pernikahan Dini di Kabupaten Sleman

Kasus Hamil di Luar Nikah Tinggi, jadi Pemicu Utama Pernikahan Dini di Kabupaten Sleman

Kasus Hamil di Luar Nikah Tinggi Jadi Pemicu Utama Pernikahan Dini di Kabupaten Sleman
Kompas.com
Ilustrasi pernikahan dini 

TRIBUNJOGJA.COM - Angka pernikahan dini di Kabupaten Sleman selama tahun 2018 hingga bulan Oktober masih tinggi.

Dari data yang dihimpun bulan Agustus 2018 terdapat total 17 pengajuan dispensasi kawin dengan sembilan permohonan yang dikabulkan.

Sementara di bulan September 2018 terdapat 17 permohonan dan 11 di antaranya dikabulkan. Data terbaru di bulan Oktober 2018, permohonan dispensasi kawin menurun menjadi 13 dengan delapan permohonan dikabulkan.

Baca: Puluhan UMKM Ikuti Bulan Teknologi BPTBA LIPI 2018

Panitera Muda Pengadilan Agama Sleman, Pailan menjelaskan dispensasi kawin diberikan dengan melihat beberapa faktor, salah satunya adalah faktor orang tua dari anak yang ingin menghindari zina dan memilih menikahkan anaknya.

Dari angka banyaknya pengajuan dispensasi kawin, bisa menjadi indikator tingginya kasus hamil di luar nikah, terlebih pemohon yang masih belum cukup umur.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Godean, angka pernikahan dini di kecamatan tersebut masih terhitung banyak.

Baca: Setelah Bulan Buatan, Kini China Bikin Matahari yang Panasnya 6 Kali Sang Surya

Camat Goden, Anggoro Aji Sunaryono memberikan contoh di Desa Sidoluhur, di mana pada tahun 2017 terdapat lima pasangan yang menikah pada usia dini dan 11 kasus hamil di luar nikah.

"Angka pernikahan dini, hamil di luar nikah di sini tinggi," ujarnya. Dari data terbaru di tahun 2018 ini di desa yang sama ada tiga pasangan yang menikah dini dan sembilan kasus hamil di luar nikah. (tribunjogja)

Penulis: nto
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved