Sleman

IOF DIY Soroti Beban Kerja Driver Jeep Lava Tour Merapi

Menjadi driver jeep, termasuk untuk Lava Tour harus memiliki kecakapan khusus dalam membawa kendaraan.

TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Sejumlah jeep Lava Tour di Bumi Perkemahan Wonogondang, Cangkringan, Sleman 

Laporkan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sekretaris Harian Indonesia Off-road Federation (IOF) DIY, Santoso Kurniawan menyoroti beban kerja yang dimiliki oleh para driver jeep Lava Tour Merapi.

Santoso melihat bahwa driver harus menjalani sejumlah pekerjaan sekaligus, yaitu sebagai pengendara, pemandu, hingga teknisi kendaraan.

"Itu jadi beban tersendiri bagi mereka," kata Santoso pada Tribunjogja.com di Bumi Perkemahan Wonogondang, Cangkringan, Selasa (06/11/2018).

Baca: SK Bupati Terbit, Jeep Lava Tour Merapi Akan Lewati Jalur Khusus

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa menjadi driver jeep, termasuk untuk Lava Tour harus memiliki kecakapan khusus dalam membawa kendaraan.

Secara kondisi fisik kendaraan, Santoso secara gamblang menyebut bahwa 90 persen kendaraan jeep dalam keadaan belum layak.

"Ini perlu ada perbaikan, dan kita akan membantu di situ," kata Santoso.

Sebelumnya, Bupati Sleman Sri Purnomo menyinggung tentang kelengkapan keselamatan jeep yang belum memenuhi standar.

Ia menghimbau agar pengelola menyediakan helm dan seat belt atau sabuk pengaman untuk masing-masing pengguna jeep Lava Tour.

"Keamanan dan kenyamanan harus ditingkatkan untuk mengurangi insiden kecelakaan," kata Sri Purnomo.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved