Sleman
GKJ Dayu Sajikan Kisah Alkitab dalam Pagelaran Wayang Wahyu
Gereja Kristen Jawa (GKJ) Dayu, Ngaglik, Sleman menggelar Pagelaran Wayang Wahyu pada Rabu (31/10/2018).
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Gereja Kristen Jawa (GKJ) Dayu, Ngaglik, Sleman menggelar Pagelaran Wayang Wahyu pada Rabu (31/10/2018).
Kegiatan ini digagas dalam peringatan hari ulang tahun GKJ Dayu ke-25.
Baca: Pemuda Gereja Kulonprogo Bantu Kelancaran Salat Ied sebagai Wujud Toleransi Beragama
Adapun Wayang Wahyu merupakan kesenian wayang kulit yang menceritakan kisah-kisah yang terdapat dalam Alkitab.
Wayang Wahyu juga sering disebut juga sebagai Wayang Babat, Wayang Beber atau Wayang Sabdo dengan cerita "Kawulo Manunggal" atau rakyat yang bersatu memberikan kerukunan dan menyatu, tidak ada perpecahan diantara satu dengan yang lain.
Dari pantauan Tribunjogja.com, Dalang Ki Sutomo Tirto Mandiro asal Klaten Jawa Tengah mampu membuat jemaat tidak berajak selama hampir dua jam pertunjukan.
Sedangkan Wayang Wahyu kali ini menceritakan kisah para rasul yang melihat penderitaan rakyat di Antiokhia kemudian memberikan bantuan dengan berbagai upaya.
"Wayang Wahyu pada malam ini menceritakan rakyat yang bersatu memberi kerukunan warga satu dengan warga lain sehingga bisa menyatu, sumber dari Alkitab sebagian besar kisah para rasul dan jemaat yang mengisahkan musibah para rakyat yang harus segera ditolong," ungkap Ki Sutomo.
Sementara Ketua Panitia Sub Hari Besar GKJ Dayu, Charisma Panca Nugraha, memaparkan tema budaya khususnya wayang wahyu, sengaja digunakan untuk mengingatkan umat kristen yang mayoritas dekat dengan Budaya Jawa ini agar nguri-nguri kebudayaan jawa.
Selain itu juga dapat menjaga keharmonisan baik di dalam lingkup Gereja maupun di masyarakat.
Dijelaskanya, perjalanan kekristenan dapat diambil dari kisah-kisah yang ada di Alkitab maupun kehidupan nyata para jemaat GKJ Dayu itu sendiri.
Baca: Memukaunya Sunrise di Punthuk Setumbu dan Gereja Ayam
"Kita sebagai Gereja Kristen Jawa ikut berkepentingan nguri-nguri atau melestarikan budaya-budaya yang ada di tengah masyarakat kita, dalam hal ini wayang wahyu yang menceritakan tentang perjalanan kekristenan." kata Charisma.
Lebih lanjut, Charisma menambahkan, dalam peringatan hari lahir GKJ Dayu ini mereka menyelenggarakan beragam rangkaian pelestarian budaya, seperti merti gereja yang mengajak jemaat secara bergantian membersihkan gereja selama sebulan, hingga doa dan dialog rohani di 5 wilayah jemaat.
Sedangkan pentas Wayang Wahyu dipilih sebagai puncak kegiatan yang masuk dalam pelestarian kebudayaan Jawa ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gkj-dayu-sajikan-kisah-alkitab-dalam-pagelaran-wayang-wahyu_20181101_185413.jpg)