Kulonprogo
Desa di Kulon Progo Didorong Lebih Inovatif Gagas Pembangunan
Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggelar Bursa Inovasi Desa.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggelar Bursa Inovasi Desa, Sabtu (3/11/2018) mendatang di UNY Kampus Wates.
Kegiatan ini menjadi ajang untuk memunculkan inovasi dari masyarakat desa.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, BPPM DIY, Isnain Aminuddin mengatakan bahwa bursa inovasi ini menjadi bagian dari Program Inovasi Daerah (PID) yang digagas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia dan pemerintah daerah.
Baca: Disbud Kulon Progo Gelar Kompetisi Nglarak Blarak
PID diharapkan bisa mendorong munculnya berbagai inovasi dari masyarakat desa yang selanjutnya bisa diadopsi atau ditiru desa lainnya.
"Tujuannya untuk mengakomodasi gagasan baru dan inovasi dalam upaya percepatan kesejahteraan masyarakat desa. Ini menjadi bentuk penguatan perencanaan desa dan peningkatan kualias pembangunan desa di Kulon Progo," kata Isnain pada Tribunjogja.com, Selasa (30/10/2018).
BID akan diikuti oleh seluruh desa di Kulon Progo di mana masing-masing nanti mempresentasikan gagasannya secara bergiliran.
Tiga hal yang diutamakan dalam inovasi itu adalah penguatan kapasitas desa untuk pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, peningkatan sumber daya manusia, serta pemenuhan dan peningkatan infrastruktur perdesaan.
Selain itu, setiap inovasi yang dimunculkan harus memiliki kerangka acuan kerja sebagai pengendali dan kontrol.
Pihaknya berharap inovasi desa tak berhenti hanya dalam lingkup PID dan BID saja karena sifatnya hanya sebagai pemacu.
"Tidak ada gunanya jika hanya terhenti di BID tanpa tindak lanjut," kata Isnain.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMD Dalduk dan KB) Kulonprogo, Sudarmanto mengatakan PID menjadi upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas, efisien dan efektif.
Anggaran yang digelontorkan ke desa, seperti Dana Desa, selama ini banyak digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan seperti pembangunan fisik seperti jalan desa dan pemberdayaan di Posyandu maupun PAUD.
Baca: Kulon Progo Munculkan Bangunan Khas Geblek Renteng
Pihaknya mendorong desa lebih inovatif dan kreatif memunculkan gagasan pembangunan dan bisa dibagikan ke desa lain.
Beberapa desa sudah melakukan inovasi misalnya Spamdes, inovasi pelayanan di Karangsari (Pengasih), pemberdayaan BUMDes di Kalibawang, Samigaluh, Lendah, dan lainnya.
Desa Gerbosari dan Pagerharjo (Samigaluh) dan Banjararum (Kalibawang) juga sudah ada inovasi sektor riil dan pariwisata.
"Inovasi adalah sebuah tahapan dan kami mendorong desa untuk terus melakukannya,"kata dia. (*)