Bantul
BPBD Bantul Telah Distribusikan 875.000 Liter Air ke Daerah Rawan Kekeringan
Dropping air tersebut terbagi dalam beberapa titik tertentu dan dilakukan secara berkala sesuai dengan permintaan tiap desa.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejak Juli lalu BPBD Bantul telah mendistribusikan sejumlah 875.000 liter air ke beberapa daerah rawan kekeringan.
Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Bantul, ada enam kecamatan yang kerap mengajukan permintaan air bersih sejak Juli lalu yakni kecamatan Dlingo, Imogiri, Piyungan, Pleret, Pundong dan Kasihan.
Sepanjang bulan Oktober, kecamatan Dlingo dan Imogiri masing-masing menerima distribusi sekitar 75.000 liter air.
Lalu kecamatan Pleret dan Kasihan masing-masing sebanyak 35.000 liter.
Disusul kecamatan Piyungan 25.000 liter dan kecamatan Pundong 10.000 liter.
Baca: Warga Girisubo Terpaksa Beli Air Bersih dari Pihak Swasta, Pasokan Air dari PDAM Macet Sepekan
"Sejak awal bulan Juli kami sudah lakukan dropping (Air bersih) ke daerah-daerah rawan kekeringan seperti Kecamatan Dlingo, Piyungan, Imogiri, Kasihan hingga Pundong," ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Edy Susanto belum lama ini.
Dropping air tersebut terbagi dalam beberapa titik tertentu dan dilakukan secara berkala sesuai dengan permintaan tiap desa.
Edy mengatakan pihaknya selalu melakukan dropping air sesuai permintaan. Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar tak perlu sungkan mengajukan surat pengajuan untuk dropping air.
"Kalau yang membutuhkan (distribusi air) nanti bisa memberi kabar (menyurati) agar langsung kami tangani," ujarnya.
Sementara itu salah satu warga Dusun Pungkuran, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Isti Mulyani mengatakan sempat harus mengeruk sumurnya lagi karena air berkurang.
"Lumpurnya dikeduk, buat diturunkan lagi pipanya. Airnya masih cuma lebih dalam lagi," ujarnya kepada Tribun Jogja, Senin (29/10/2018).
Kendati sudah dua bulan sempat terkendala ketersediaan air bersih, Isti mengaku ia dan warga lainnya belum membutuhkan dropping air.
"Masih aman, belum butuh dropping air," tuturnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ketika-puluhan-warga-ngrancah-bantul-antre-bantuan-air-bersih_20180831_134816.jpg)