Travel

Inilah Awal Mula Keberadaan Warung Tegal

Adanya warteg kini telah menjadi bisnis terbuka karena banyak dari pemilik warteg sendiri bukan lagi orang dari Tegal.

Editor: Ari Nugroho
KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA
Warteg Kharisma Bahari, di Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (23/10/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA – Warung tegal ( warteg) bisa dibilang terkenal di Jakarta dan sekitarnya.

Ya, tenar di ibukota, tetapi tak ada warteg di daerah asalnya yakni di Tegal.

Pemilik Warteg Kharisma Bahari, Sayudi mengatakan jika tak ada warteg di Tegal.

Di Tegal warteg dikenal dengan nama warung nasi.

“Di Tegal sendiri nggak ada tulisannya warteg, yah tulisannya hanya warung nasi saja, karena di Jakarta ini berbagai macam suku yah, jadi nama warteg ini yang membedakan dengan warung makan lainnya,” kata Sayudi ketika ditemui KompasTravel di Warteg Kharisma Bahari (WKB), jalan Haji Batong Raya, kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Selasa lalu.

Baca: Apa Kabar Si Cantik Pelayan Warteg yang Bikin Hati Pria Rontok?

Fadly Rahman, Sejarawan Makanan membenarkan jika di Tegal hanya warteg dikenal dengan warung nasi atau rumah makan.

“Di Tegal, mereka nggak buka Warteg karena orang Tegal pada waktu itu bermigrasi ke Jakarta dan buka warung, mayoritas yang berjualan orang Tegal makanya dikenal dengan Warteg. Kalau di Tegal sendiri lebih dikenal dengan nama warung nasi atau rumah makan,” kata Fadly ketika dihubungi KompasTravel, Rabu (24/10/2018).

Sejarawan, JJ Rizal menjelaskan pada tahun 1950 saat pergantian ibu kota negara Indonesia dari Yogyakarta ke Jakarta menimbulkan orang Jawa Tengah banyak pergi ke Jakarta.

Baca: Makanan Ini Harus Anda Hindari karena Dapat Memicu Kanker

Lalu pada pemerintahan Soekarno ini, banyak pembangunan dilakukan untuk mengubah ibu kota kolonial menjadi kota nasional.

Pada saat itu pembangunan gencar dilakukan seperti di Kebayoran Baru, Monas, Jembatan Semanggi, Tugu Pembebasan Irian, akses pelebaran Jalan Thamrin dan lainnya.

Saat itu, para tukang ini membutuhkan makanan dengan cepat dan murah.

Hal itu menyebabkan banyak warung bermunculan dan mayoritas dari penjual ini adalah orang Tegal.

Baca: Sasa, Si Pelayan Cantik Warteg, Kerap Digoda Pelanggan

“Waktu itu warung-warung ini diisi oleh orang-orang Tegal, nah ini jadi warteg ini sebagai penanda karena yang berjualan orang tegal jadi sampai sekarang dikenal seperti itu,"

"Waktu itu juga banyak fenomena seperti ini, tukang cukur dari Garut makanya dikenal bahwa tukang cukur identik dengan Garut. Ini karena banyaknya suatu etnis yang melakukan pekerjaan tersebut,” jelas Rizal ketika dihubungi Kamis (25/10/2018).

Menurutnya adanya warteg kini telah menjadi bisnis terbuka karena banyak dari pemilik warteg sendiri bukan lagi orang dari Tegal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved