Lifestyle
Banyak Orang Mau Bertahan dalam Hubungan Meski Menyakitkan. Ini Penjelasannya
Hasil riset menunjukkan, orang yang memiliki pasangan dengan tingkat ketergantungan tinggi, semakin kecil kemungkinan untuk berpisah.
TRIBUNJOGJA.COM - Konflik dan berbagai problematika bisa saja datang menerpa dalam sebuah hubungan.
Namun, ada juga orang yang 'terjebak' dalam hubungan menyakitkan, dan hanya saling menyakiti kedua belah pihak.
Mempertahankan hubungan yang menyakitkan memang terdengar sia-sia.
Tapi, banyak pula orang yang justru melakukannya. Dengan berbagai alasan tentunya.
Banyak dari mereka yang memilih mempertahankan hubungan yang hanya 'meracuni' diri sendiri.
Lalu, mengapa ini semua bisa terjadi?
Para peneliti di University of Utah telah menemukan jawabannya.
Berdasarkan riset yang mereka gelar, terungkap, orang bertahan dalam hubungan 'menyakitkan' biasanya merasa pasangannya terlalu bergantung padanya.
Baca: Romatis Sih, Tapi Hal Ini Bisa Merusak Hubunganmu dengan Kekasih
Meninggalkannya, membuat mereka akan dihantui perasaan bersalah.
Penelitian sebelumnya juga menemukan, orang yang bertahan dalam hubungan tidak bahagia adalah orang yang mementingkan diri sendiri.
Mereka adalah orang yang tidak ingin hidup sendiri, atau takut tidak akan menemukan pasangan lain.
Laman the Independent mengutip hasil riset yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology.
Hasil riset menunjukkan, orang yang memiliki pasangan dengan tingkat ketergantungan tinggi, semakin kecil kemungkinan untuk berpisah.
Pada akhirnya, ini membuat mereka tetap mempertahankan hubungannya, meski hubungan tersebut tak lagi mendatangkan kebahagiaan.
Itu dilakukan demi kepentingan pasangan daripada kepentingannya sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hukum-berpuasa-seusai-berhubungan-badan_20180520_061350.jpg)