Bisnis

Pameran Umrah Haji dan Wisata Halal Expo 2018 Diikuti Sebanyak 20 Biro Umrah

Kegiatan yang diikuti oleh sebanyak 22 stan dari 20 travel agent se-DIY ini bakal digelar selama lima hari (17-21 Oktober).

Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Suasana pembukaan Pameran Umrah Haji dan Wisata Halal Expo 2018 yang digelar di JCM, Rabu (17/10/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Forum Komunikasi Pengusaha Umrah Haji Yogyakarta (Forpuhy) bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Kementerian Agama DIY, perusahaan asuransi dan pihak perbankan kembali menyelenggarakan kegiatan pameran penyelenggara haji umrah dan wisata halal yang diadakan di atrium Jogja City Mall (JCM), Rabu (17/10/2018).

Kegiatan yang diikuti oleh sebanyak 22 stan dari 20 travel agent se-DIY ini bakal digelar selama lima hari (17-21 Oktober) dan menargetkan akan menjual sebanyak seribu paket perjalanan.

Baca: Garuda Indonesia Selesaikan Penerbangan Haji 2018/1439H dengan Tingkat Ketepatan Waktu 9

Ketua Forpuhy, Tanto menuturkan, kegiatan ini diadakan sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat agar bisa memilih biro umrah yang kredibel dan sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh pemerintah.

"Sehingga kami sebagai penjembatan ingin memberikan sosialisasi bagi masyarakat agar berhati-hati dalam memilih biro umrah," kata Tanto pada Tribunjogja.com.

Ia melanjutkan, saat ini total terdapat 67 perusahaan umrah yang telah terdaftar dan mendapatkan legalitas dari Kanwil Kemenag DIY.

Sebanyak 19 perusahan yang mengantongi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) berasal dari DIY, sedangkan 48 lainnya merupakan milik perusahaan umrah dari luar kota yang membuka cabang di wilayah DIY.

"Selain itu kami juga akan mensosialisasikan Keputusan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Umroh kepada konsumen," tambahnya.

Dalam peraturan tersebut, terang Tanto, perusahaan penyelenggara umrah wajib untuk bersertifikat dan memiliki akreditasi.

Kemudian, pemerintah sebelumnya juga telah mengeluarkan aplikasi Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji (Sipatuh) yang akan memantau kegiatan operasional jamaah umrah sehingga bisa menekan kasus penipuan terhadap jamaah umrah.

Kakanwil Kemenag DIY, Muhammad Lutfi Hamid mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada terhadap perusahaan biro umrah yang belum memiliki izin.

Ia juga tak menampik bahwa kejadian penipuan yang sempat terjadi beberapa saat lalu berimbas pula terhadap kepercayaan masyarakat pada perusahaan biro umrah.

Baca: 7 Tahun Menanti, Warga Sleman Ini Akhirnya Bisa Merasakan Nikmatnya Ibadah Haji

"Maka dari itu masyarakat kita harapkan wajib untuk mengecek legalitas perusahaan itu serta mendownload aplikasi umrah cerdas dan haji kita untuk memastikan perusahaan yang amanah dan berijin," ujarnya.

Selain itu, Ia juga memberikan beberapa tips dalam memilih perusahaan biro umrah yang kompeten yakni dengan lima pasti.

Pastikan perusahaannya memiliki izin, pastikan visa, pastikan tiket, pastikan akomodasi, serta pastikan nomor kursi. (*)
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved