Internasional

Armada VII AS Akan Gelar Latihan Akbar di Laut China Selatan

Latihan ini akan digelar akhir tahun ini, melibatkan kekuatan sejumlah negara sekutu di kawasan ini.

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni
AFP
Carl Vinson (tengah) dipandu oleh berbagai kapal perang lainnya. 

TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON - Armada Pasifik AS berencana menggelar latihan tempur laut skala besar di kawasan laut China Selatan.

Latihan ini akan digelar akhir tahun ini, melibatkan kekuatan sejumlah negara sekutu di kawasan ini.

Rencana ini akan menambah panas ketegangan antara Washington dan Beijing, yang bersengketa dagang dan terlibat konflik klaim kawasan strategis ini.

Kabar latihan militer akbar itu diungkapkan pejabat Pentagon kepada CNN, dan dikutip Sputnik, Jumat (5/10/2018).

Pejabat Pentagon itu mengatakan, armada besar laut akan dikirimkan bulan depan mendekati kepulauan yang diduduki China.

Armada AS memulai pemanasan dengan menerjunkan kapal perusak USS Decatur ke Laut China Selatan, Minggu lalu.

Pihak AS menyatakan, operasi USS Decatur itu ada di zona bebas dan merupakan operasi navigasi umum.

Namun China mengirimkan kapal perusak guna memepet dan membayang- bayangi pergerakan kapal perang AS itu.

Kedua kapal itu melaju bersisian dalam jarak sangat dekat. Foto udara memperlihatkan kedua kapal perang itu nyaris berserempetan.

Pentagon menuduh Beijing melakukan pelayaran sangat berbahaya dan tidak profesional.

Beijing sebaliknya menuduh pasukan laut AS melakukan provokasi. Tidak hanya insiden ini, dua pekan sebelumnya AS menerbangkan pesawat pengebom berat B-52 Stratofortress ke perairan yang sama.

AS berdalih pesawat itu tengah latihan bersama pasukan Jepang. Pesawat B-52 Stratofortress memiliki kemampuan membawa bom thermonuklir, dan bisa terbang jarak jauh. Ia masuk jajaran US Nuclear Triad.

Atas rangkaian insiden ini, Beijing mengancam AS akan melakukan semua tindakan yang diperlukan jika terus diprovokasi. China akan melakukan segala cara untuk mempertahankan kedaulatan negaranya.

Wakil Presiden Mike Pence di Institut Hudson dua hari lalu menekankan, AS tidak akan membiarkan ancaman datang dari China. Washington juga tidak akan mengabaikan intimidasi di Laut China Selatan.

"Meskipun mendapat aksi pelecehan, Angkatan Laut AS akan terus terbang dan beroperasi di manapun di perairan internasional, dan untuk kepentingan nasional kita. Kami tidak akan terintimidasi, kita tidak akan menghindar," kata Pence.

Kementerian Pertahanan China belum mengomentari insiden terbaru di Laut China Selatan, dan rencana AS yang akan menggelar latihan besar di perairan ini.

Namun diplomat China sebagaimana dikutip South China Morning Post menyebut, eskalasi konfrontasi di Laut China Selatan akan terus berlangsung. Ia menduga kemungkinan AS akan masuk ke Selat Taiwan.

Yun Sun, Wakil Direktur Program Asia Timur di Stimson Center memperkirakan China pasti akan meladeni aktivitas militer AS di Laut China Selatan.

Jika China pasif, akan menunjukkan kelemahan mereka, dan kontradiktif dengan posisi agresif China yang terlihat selama ini.

"Namun kami berharap kedua pihak belajar untuk menahan diri, dan tidak membiarkan ekslasasi konfliknya meningkat," kata Yun Sun.

Dalam penerbangan menuju Paris, Senin lalu, Menteri Pertahanan AS James Mattis, mengatakan, Washington meyakinkan kedua negara akan menjaga hubungan.

"Kami akan berupaya mengelola hubungan ini," kata Mattis sembari mengatakan ia akan berkomunikasi dengan mitranya di Beijing. "Di saat yang tepat, kita akan selesaikan," katanya. (Tribunjogja.com/Sputnik/xna)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved