Ban Bekas Bisa Kurangi Dampak Gempa yang Membuat Gedung Runtuh
Alternatifnya adalah membuat dasar bangunan yang terbuat dari tanah lokal yang dicampur dengan ban bekas yang diproduksi setiap tahun.
Sangat Menjanjikan
Kunci untuk membuat teknologi ini bekerja adalah dengan menemukan persentase karet yang optimal untuk digunakan. Kalkulasi awal kami sejalan dengan hasil kalkulasi dari riset lain.
Ini menunjukkan bahwa lapisan campuran karet dan tanah dengan tebal antara satu dan lima meter di bawah bangunan akan mengurangi gaya akselerasi horisontal maksimum gempa bumi antara 50% dan 70%.
Kami sekarang mempelajari bagaimana bentuk-bentuk pondasi campuran karet-tanah yang berbeda dapat membuat sistem lebih efisien, dan bagaimana hal itu dipengaruhi oleh berbagai jenis gempa bumi. Bagian dari tantangan ini penelitian ini adalah menguji sistem.
Kami membangun model berskala kecil untuk mencoba memahami cara kerja sistem dan menilai keakuratan simulasi komputer.
Tapi mengujinya di dunia nyata membutuhkan gempa bumi yang sebenarnya, dan hampir tidak mungkin mengetahui kapan tepatnya dan di mana gempa terjadi.
Baca: Mengenal Dato Sri Tahir, Donatur yang Kirim Makanan ke Korban Gempa Palu dengan Pesawat Pribadi
Ada beberapa cara untuk mengujinya melalui percobaan skala besar, yang melibatkan pembuatan model bangunan berukuran penuh dan mengguncangnya untuk mensimulasikan kekuatan dari gempa bumi nyata yang tercatat.
Tetapi ini membutuhkan dana dari institusi atau perusahaan besar. Maka itu, ini hanya masalah mencoba solusi pada bangunan nyata dengan meyakinkan pemilik properti bahwa cara ini berharga. (NGI)
Penulis:
Juan Bernal-Sánchez, PhD - Resarcher, Edinburgh Napier University
(Sumber asli artikel ini dari The Conversation)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jokowi-di-reruntuhan-hotel-roa-roa-palu_20181004_165323.jpg)