Warga Sekampung Panik Gara-gara Isu Ada Ular Marah Setelah Sarangnya Dirusak

Isu tentang ular sepanjang empat meter yang bisa menelan manusia telah memicu kepanikan luar biasa di Desa Batmantas

Warga Sekampung Panik Gara-gara Isu Ada Ular Marah Setelah Sarangnya Dirusak
TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.com - Isu tentang ular sepanjang empat meter yang bisa menelan manusia telah memicu kepanikan luar biasa di Desa Batmantas, Koyu, Tokat, di Turki Utara.

Media lokal melaporkan pada 1 Oktober kemarin bahwa ada sejumlah warga yang jatuh sakit akibat teror seekor ular. Mengutip keterangan warga setempat, ular itu disebut-sebut marah karena sarangnya telah dihancurkan selama proyek pembangunan bendungan di wilayah tersebut.

Niat Mau Masak, Nenek Malah Temukan Ular di Dalam Oven

“Awalnya saya tidak percaya desas-desus yang menyebar di desa, tetapi kemudian saya melihat ular itu dengan kepala saya sendiri. Seperti yang diberitahukan sebelumnya oleh yang lain, ular itu memang sepanjang tiga hingga empat meter dan selebar kaki, tampak seperti ular piton,” ungkap Oguzhan Güler, seorang warga setempat.

Ular Piton Sepanjang Lima Meter Gegerkan Warga Banyubening, Butuh Empat Orang untuk Menangkapnya

Penduduk desa lainnya, Kemal Kaya, mengatakan bahwa saudara iparnya jatuh sakit karena ketakutan ketika dia melihat ular itu enam minggu lalu. Bahkan dia terus trauma dan mengaku ular itu masih terus membayangi dirinya meskipun sudah menutupkan matanya.

“Mereka bilang ular itu sebesar yang bisa memakan manusia. Kami membatalkan perjalanan pengumpulan buah kami di alam liar tahun ini karena ular itu, ”kata Cevat Demirci yang berusia 76 tahun, sebagaimana dilansir Hurriyet Daily News, Minggu (1/10/2018).

Mengerikan! Pria Berlumuran Darah Datangi Kantor Polisi Sambil Tenteng Kepala Temannya

Sementara itu, Hatice Demirci menegaskan sebenarnya ular itu tidak membahayakan manusia selama tidak diganggu. Tapi ia membenarkan jika kabar itu memang telah membuat kepanikan di desanya. (*)

Penulis: mon
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved