Kisah Penangkapan DN Aidit, Sosok Paling Berpengaruh di Tubuh PKI

D.N Aidit, pemimpin sekaligus orang yang paling berpengaruh dalam tubuh PKI direncanakan bakal ditangkap pada 23 November 1956

Editor: Mona Kriesdinar
DN Aidit 

TRIBUNJOGJA.com -  D.N Aidit, pemimpin sekaligus orang yang paling berpengaruh dalam tubuh PKI direncanakan bakal ditangkap pada 23 November 1956 hari Senin, pukul 03.00.

Dalam operasi penangkapan tersebut, dipimpin langsung oleh Kapten Hardijo dari Brigif 4, dalam teknisnya penangkapan atas Aidit dimajukan menjadi Minggu Pukul 20.00 dan penggrebekan dilakukan di rumah Hardjomartono alias Kasim di Solo.

Saracen, Panser Pengangkut Peti Jenazah Para Perwira Korban G30S/PKI

Namun, saat digrebek Aidit sudah tidak ada di tempat, bahkan saat diobrak-abrik tidak ditemukan sekalipun keberadaan Aidit.

Meski demikian beberapa anggota yaitu Letda Ning Prajito dan anggotanya merasa yakin bahwa Aidit memang masih berada di lokasi.

Kisah di Balik Penangkapan Letkol Untung yang Memimpin Pemberontakan G30S/PKI

Alhasil, tempat tersebut masih terus berada di bawah pengawasan, namun rencana awal tersebut dinyatakan gagal maka dilakukanlah langkas selanjutnya.

Langkah berikutnya adalah menangkap Sudarmo dan Siswadi yang disebut berada di rumah Mayor Kaderi, merek berdua diyakini mengetahui banyak hal tentang keberadaan Aidit.

Dengan melakukan sekenario Sriharto yang berperan sebagai kawan Sudarmo dan Siswandi diborgol dan seolah-olah sudah ditangkap, lalu ia dibawa kerumah Mayor Kaderi.

Hasil Otopsi Jasad 7 Perwira yang Mengungkap Kekejian Pemberontakan G30S/PKI

Sayangnya usaha untuk menangkap Sudarmo dan Siswadi juga gagal dan keduanya berhasil meloloskan diri.

Lalu, Sriharto memberitahukan bahwa di kamar Sudarmo ditemukan koper yang berisi uang penuh beserta lembaran dokumen penting milik Aidit.

Saat digrebek oleh pasukan petugas, lagi-lagi mereka mendapati uang dan dokumen milik Aidit sudah tidak ada di lokasi.

Lalu, saat diobrak-abrik, petugas menemukan Siswadi bersembunyi di kolong tempat tidur yang ditutupi sprei, lalu ia diinterogasi untuk memberitahu keberadaan Aidit.

Namun setelah kegagalan operasi pertama, pasukan yang dipimpin Hardijo ditarik kembali ke posnya, sedangkan Letda Pradjito bersama pasukan pengintai tetap di tempat.

Pemberontakan G30S/PKI : Peluru Itu Merobek Punggung Ade Irma Suryani Hingga Menembus Limpa

Oleh karenanya Letda Pradjito kembali ke rumah Hardjomartono alias Kasim, untuk melakukan penggrebekan kedua pada pukul 02.00.

Mereka nyaris saja gagal menangkap Aidit untuk kedua kalinya, namun dengan paksaan dan kekerasan akhirnya Hardjomartono menunjukkan keberadaan Aidit.

Yaitu di sebuah senthong yang ditutupi lemari, ketika lemari digeser oleh Letda Ning Prajitno, ia menemukan Aidit dan selanjutnya ia ditangkap dan diikat tangannya untuk dibawa ke Markas Brigif 4 di Lojigandrung.

Dengan penangkapan D.N Aidit, maka berakhirlah rencana PKI untuk menjadikan Solo basis perjuangan merebut kekuasaan. (*)

--

Artikel ini sudah tayang di intisari dengan judul Detik-detik Penangkapan D.N Aidit, Nyaris Lolos Karena Bersembunyi di Belakang Lemari

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved